Evaluasi Moderasi Beragama di MAN 1 Polewali Mandar: Komitmen Membangun Harmoni dari Lingkungan Madrasah

Polewali Mandar – sandeqnews.id Pelaksanaan Evaluasi Moderasi Beragama di MAN 1 Polewali Mandar berlangsung tertib dan penuh antusias, khususnya di Ruang 3 Sesi 1. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari dan proses pembelajaran.

Abdul Rahim, S.Pd.I., M.M, Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, memberikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan evaluasi ini. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengarusutamakan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.“Pelaksanaan ini sebagai bentuk bahwa semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan supaya bisa mengetahui, menerapkan, dan melaksanakan moderasi beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Sitti Aminah, S.Ag., M.M, yang juga menjabat sebagai Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Kemenag Kabupaten Polewali Mandar, turut memberikan tanggapan serta harapannya. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab moral seluruh insan pendidikan.“Semoga segenap para pendidik dan pengawas dapat memahami makna moderasi beragama dengan benar, serta mampu menerapkan dan mengajarkan nilai-nilainya kepada anak didik, dan lebih jauh lagi, mengamalkannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi sebuah sikap hidup yang menekankan toleransi, keseimbangan, dan keadilan dalam menyikapi perbedaan. Dalam konteks pendidikan, moderasi beragama menjadi fondasi penting untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga dewasa secara spiritual dan sosial.

Moderasi beragama sebagaimana digaungkan oleh Kementerian Agama mencakup empat indikator utama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan pelibatan langsung pengawas dan guru sebagai peserta evaluasi, diharapkan terjadi transformasi nilai dari internal individu menuju praksis nyata dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Evaluasi ini bukan sekadar penilaian, tetapi pernyataan sikap: bahwa madrasah adalah garda depan dalam membentuk generasi yang moderat dan cinta damai.

Share this content:

Post Comment