PGIN Sulbar Resmi Dilantik, Guru Madrasah Desak Solusi Konkret Menuju ASN-PPPK Tanpa Syarat Rumit
Majene, SandeqNews – Pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Sulawesi Barat menjadi momentum penting lahirnya suara kolektif dari para guru madrasah. Bertempat di Aula MAN 1 Majene, Rabu (30/4/2025), acara yang dirangkaikan dengan forum hearing bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar Hj. Suraidah Suhardi itu menggambarkan satu hal: guru madrasah ingin keadilan yang nyata, bukan prosedur berbelit.
Dalam suasana dialog yang hidup dan intens, para guru menyampaikan aspirasi agar pemerintah membuka jalan ASN-PPPK tanpa lagi membebani syarat administratif yang mempersulit. “Kami sudah punya sertifikat pendidik. Banyak dari kami juga sudah inpassing. Itu saja seharusnya sudah cukup sebagai dasar validasi. Bukankah itu artinya kami sudah masuk data resmi negara?” ungkap salah seorang peserta.
Opini ini disambut luas dalam forum. Di balik pelantikan yang khidmat, tersimpan harapan besar agar proses pengangkatan ASN-PPPK ke depan tidak lagi menjadi ajang perlombaan administrasi, tapi benar-benar berbasis pengabdian dan rekam jejak profesionalisme.
“Kita ingin agar guru madrasah tidak terus-menerus dipinggirkan dari sistem. Harapan kami, dengan dukungan DPRD dan lintas lembaga, guru madrasah bisa langsung diangkat menjadi ASN-PPPK berdasarkan data base yang sudah ada—tanpa embel-embel seleksi ulang yang melelahkan,” ujar Ketua Wilayah PGIN Sulbar.
Menanggapi itu, Hj. Suraidah Suhardi mengakui pentingnya reformulasi kebijakan rekrutmen ASN bagi guru madrasah. “Saya sangat mengerti harapan ini. Tapi perlu kita perjuangkan bersama, dengan kajian dan komunikasi intensif ke pusat,” katanya.
Pelantikan ini bukan akhir, tapi awal dari konsolidasi gerakan guru madrasah di Sulbar. Dari aula MAN 1 Majene, suara perubahan itu kini mulai bergema
Share this content:




Post Comment