Perkuat Transparansi Bansos, LKS Yayasan Mandar Indonesia Serahkan LPJ ke Dinsos Sulbar

Mamuju – sandeqnews.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Mandar Indonesia pada Senin, 09 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penerimaan bantuan sosial (bansos) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan ini sejalan dengan misi Pancadaya ketiga Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar dan berkualitas.

Rombongan LKS Yayasan Mandar Indonesia diterima langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos P3A dan PMD Sulbar, Supiati Sahid, yang mewakili Kepala Dinas, Darmawati. Pertemuan berlangsung hangat dan mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kesejahteraan sosial dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.

Melalui Supiati Sahid, Darmawati menyampaikan apresiasi atas komitmen LKS Yayasan Mandar Indonesia dalam mengelola bansos secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Laporan pertanggungjawaban ini menjadi bukti keseriusan dan tanggung jawab LKS dalam mengelola bantuan sosial. Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Supiati Sahid.

Ia menegaskan, Dinsos P3A dan PMD Sulbar akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai LKS sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pelayanan sosial, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan program kesejahteraan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dan LKS diharapkan dapat memperkuat efektivitas penyaluran bansos, sekaligus memastikan setiap program berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Selain itu, pihak LKS Yayasan Mandar Indonesia juga menyampaikan bahwa seluruh proses penyaluran bansos tahun 2025 telah melalui tahapan verifikasi dan validasi yang ketat, mulai dari pendaftaran calon penerima hingga pelaksanaan distribusi serta pemantauan dampak yang dihasilkan. Data penerima bansos telah tercatat secara terintegrasi dalam sistem informasi yang dimiliki dinas terkait untuk memastikan tidak terjadi duplikasi dan penerima yang tepat.

Kepala LKS Yayasan Mandar Indonesia menambahkan bahwa pihaknya siap terus bekerja sama dengan pemerintah provinsi dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu di Sulbar.

“Kami akan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kami agar pengelolaan bansos semakin baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap perwakilan LKS Yayasan Mandar Indonesia. (rls)

Share this content:

Post Comment