Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: Peningkatan SDM Kunci Daya Saing Global

Mamuju — sandeqnews.id — Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju, Rabu 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia, khususnya komunitas petani kelapa sawit di Sulawesi Barat, ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Junda Maulana.

Dalam sambutannya, Junda Maulana menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk mendorong produktivitas dan daya saing sektor perkebunan. Sektor pertanian menyumbang lebih dari 47 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulbar yang mencapai 5,36 persen pada tahun 2025, di mana subsektor perkebunan — terutama kelapa sawit — berkontribusi sekitar 30 persen. “Ini menandakan bahwa sektor sawit memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat,” ujarnya. Luas perkebunan kelapa sawit di daerah ini diperkirakan mencapai 146 ribu hektare dengan produksi sekitar 241 ribu ton per tahun.

Potensi besar tersebut perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM, karena salah satu tantangan utama adalah ketergantungan terhadap pasar global serta kualitas SDM yang belum optimal. “Sehingga ada hubungan langsung antara peningkatan produksi dan kualitasnya terhadap nilai yang diperoleh di pasar global,” kata Junda. Pelatihan SDMP dirancang membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Sekda juga mengapresiasi dukungan PT Citra Widya Education dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Saya harap kesempatan ini jangan disiasiakan. Jika memiliki keterampilan yang baik, maka akan meningkatkan produksi kita — bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas, bahkan berdampak pada peningkatan nilai jual hasil panen,” tegas Sekda Junda. Ia menekankan ilmu yang dipelajari harus dipraktikkan, bukan sekadar seremonial. Peningkatan kapasitas diharapkan membuat hasil produksi memiliki kualitas lebih baik dan nilai pasar yang lebih tinggi.

Selain meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, Junda juga mendorong para pelatih memberikan materi secara maksimal serta menyertai pendampingan dan evaluasi setelah pelatihan selesai. “Kalau dilatih lalu tidak ada evaluasi dan pembimbingan, akan sia-sia juga,” katanya. Pelatihan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu dan direncanakan menyusul di Kabupaten Mamuju pada bulan depan.

Yang terpenting, peserta mendapatkan ilmu, memanfaatkan fasilitasi yang diberikan, lalu mempraktikkannya di kebun masing-masing. Penguatan SDM perkebunan diharapkan menjadi langkah strategis mendukung visi Gubernur Suhardi Duka mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera pada tahun 2030, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di seluruh wilayah.

Share this content:

Post Comment