Dinas ESDM Sulbar Bersama PLN UP2K Bahas Pembangunan Listrik Desa 2026 dan Kendala Akses Jalan serta Kawasan Hutan
Mamuju — sandeqnews.id — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menerima kunjungan Manager PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat, Heryanto Sampealang, di ruang kerjanya pada Rabu, 9 September 2026. Pertemuan membahas rencana pembangunan Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2026 beserta sejumlah kendala di lapangan — akses jalan yang ekstrem, kawasan hutan lindung, hingga kondisi kelistrikan di wilayah kepulauan. Hadir pula Sekretaris Dinas Alexander Arruanpasau, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Qamaruddin Kamil, serta pejabat fungsional Dinas ESDM Sulbar.
Heryanto Sampealang memaparkan rencana pembangunan Listrik Desa tahun ini menyasar 84 lokasi. Empat di antaranya adalah desa yang sama sekali belum berlistrik PLN — Desa Ulumambi dan Sikamase di Kecamatan Bambang, Desa Pangandaran di Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, serta Desa Siraun di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Sisanya merupakan desa-desa lama dengan sasaran dusun yang hingga kini belum menikmati aliran listrik PLN. Ia juga menyampaikan kendala utama: akses jalan rusak dan ekstrem, serta lokasi yang masuk kawasan hutan lindung sehingga masih dalam proses perizinan. Oleh karena itu, PLN meminta dukungan pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan DLHK untuk membantu membangun akses jalan serta mempercepat proses perizinan melintasi kawasan hutan agar pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.
Pertemuan juga membahas kondisi kelistrikan wilayah kepulauan, khususnya Pulau Karampuang dan Kepulauan Balabalakang. Di Pulau Karampuang, warga mengeluhkan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang kini hanya menyala 4–5 jam per hari, bahkan bisa padam hingga tiga hari saat musim hujan. Sementara rencana pendistribusian listrik PLN ke sana masih terkendala karena pulau itu masuk wilayah usaha lain sehingga PLN belum dapat membangun jaringan secara langsung. Kepulauan Balabalakang — berpenduduk sekitar 2.802 jiwa dan berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara — menjadi prioritas elektrifikasi, dengan beberapa pulau seperti Saboyang, Samataha, dan Labia yang sudah memiliki jaringan listrik dengan panjang bervariasi.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menyampaikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah kabupaten untuk mengatasi berbagai kendala dalam percepatan elektrifikasi. “Kami memahami kompleksitas tantangan yang dihadapi, baik dari sisi akses jalan, kawasan hutan, maupun kondisi kepulauan. Namun, kami berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan listrik desa agar seluruh masyarakat Sulawesi Barat dapat menikmati akses listrik yang layak,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi dan PLN dalam menyelesaikan berbagai tantangan tersebut demi tercapainya target pembangunan daerah.
“Melalui program Listrik Desa dan bantuan penyambungan listrik rumah tangga miskin, diharapkan target Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai,” tegas Bujaeramy Hassan. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mempererat koordinasi antara Dinas ESDM, PLN, serta pemerintah kabupaten dalam mempercepat pembangunan Listrik Desa. Langkah strategis juga akan disusun bersama untuk mengatasi kendala akses jalan dan perizinan kawasan hutan yang menjadi hambatan utama di lapangan.
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung seluruh program percepatan elektrifikasi di wilayah ini. Hal ini sejalan dengan upaya pemerataan akses energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Sulawesi Barat, demi mewujudkan visi pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh warga daerah.
Share this content:




Post Comment