Lima Tahun Pasca Gempa, Sulbar Luncurkan Destana Berbasis Kolaborasi di Majene

Mamuju – sandeqnews.id– Lima tahun berlalu sejak gempa berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Mamuju dan Majene Januari 2021, memori peristiwa itu kini diubah menjadi kekuatan. Selasa siang (30/6/2026), BPBD Sulbar resmi meluncurkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) Berbasis Kolaborasi di Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

Acara dibuka langsung Sekretaris Provinsi Junda Maulana mewakili Gubernur Suhardi Duka. Langkah ini menandai perubahan cara pandang masyarakat Sulbar: bencana bukan lagi sekadar musibah yang ditunggu, melainkan realitas yang harus dihadapi dengan kesiapan penuh.

Sulbar berada di zona rawan bencana, mulai dari gempa, banjir hingga longsor. “Bencana tidak bisa dihindari, tapi kita tidak boleh gagap saat itu datang. Kita harus siap meminimalkan dampaknya,” ujar Junda. Program ini mengusung tiga pondasi utama: kolaborasi lintas pihak, kesiapsiagaan gerak cepat, dan semangat gotong royong sebagai benteng terkuat.

Ia menegaskan penanganan bencana tak bisa berjalan sendiri-sendiri. “Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama. Gotong royong adalah kekuatan asli kita yang paling ampuh mencegah korban jiwa besar,” tegasnya.

Program ini juga menggabungkan perspektif kelautan, mengingat kerentanan wilayah pesisir. Kepala DKP Sulbar Safaruddin menjelaskan pihaknya akan menyinergikan pelestarian mangrove dan edukasi keselamatan nelayan, karena warga pesisir adalah kelompok paling rentan terhadap perubahan alam.

Sinergi antar sektor dan partisipasi masyarakat diharapkan menjadikan desa-desa di Sulbar semakin tangguh, mengubah trauma masa lalu menjadi perisai pelindung bagi masa depan yang lebih aman.

Share this content:

Post Comment