Survei IPKN: Kemenparekraf Tinjau Sulbar, Data Akurat Jadi Dasar Kembangkan Pariwisata Berdaya Saing

.

Mamuju – sandeqnews.id – Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Andi Saiful Rauf, menerima kunjungan tim perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Pertemuan berlangsung Senin (22/6/2026) di ruang kerja dinas, rangkaian kegiatan Survei Pengukuran Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional.

Diskusi berjalan menyeluruh: mulai tata cara pelaksanaan, pemeriksaan kebenaran data, hingga pembahasan indikator penilaian. Kedua belah pihak juga membahas hal strategis, yaitu perbaikan pengelolaan tempat wisata, peningkatan kemampuan kelembagaan, serta pentingnya kerja sama erat antar instansi terkait. Langkah ini selaras kebijakan Gubernur Suhardi Duka menjadikan sektor ini penggerak ekonomi lewat pembangunan berbasis data dan potensi lokal.

Andi Saiful Rauf menilai kegiatan ini momen yang sangat berharga. “Hasil ukur akan memberikan gambaran nyata dan objektif mengenai apa saja yang sudah dicapai dan mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya. Data lengkap tersebut kelak dijadikan landasan utama agar kebijakan yang disusun pemerintah daerah tepat sasaran dan tidak sekadar dugaan.

“Kami dapat banyak masukan berharga terkait penyempurnaan basis data dan tata kelola,” tambahnya. Diharapkan hasil akhir IPKN menjadi laporan evaluasi yang membangun, sekaligus dorongan nyata agar pariwisata Sulawesi Barat makin unggul dan mampu bersaing secara berkelanjutan di masa depan.

Sebagai langkah tindak lanjut, dinas akan mempererat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Hal ini wajib dilakukan agar data kepariwisataan selalu diperbarui dan mutakhir. “Segala hal yang dibahas kami ubah jadi rencana perbaikan rutin. Pembangunan harus terarah, terukur, dan berdasar bukti nyata, serta mempercepat sinkronisasi program demi menaikkan nilai indeks,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Bau Akram Dai menegaskan ukuran keberhasilan tidak hanya jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga kualitas pengelolaan, keberlanjutan, dan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. “IPKN alat cerdas temukan kelebihan dan kekurangan. Kami berkomitme ini dasar kebijakan yang adaptif,” ujarnya. Sinergi lintas pihak diharapkan makin memperkuat kontribusi sektor pariwisata bagi kemajuan ekonomi Sulawesi Barat.

Share this content:

Post Comment