Cegah Meluas, DTPHP Lakukan Pengendalian Serempak Tungro di Lahan Padi Desa Bonda
Mamuju – sandeqnews.id– Melalui UPTD BPTPH, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura gelar Gerakan Pengendalian OPT di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Selasa 23 Juni. Penanganan ditujukan pada lahan seluas 2 hektare milik Kelompok Tani Harapan Maju II guna menekan wereng hijau dan penyakit tungro, sekaligus melindungi total areal tanam seluas 43 hektare.
Kepala DTPHP Hamdani Hamdi menyatakan langkah ini wujud nyata menjaga produksi dan ketahanan pangan, sejalan misi Gubernur Suhardi Duka membangun ekonomi berbasis pertanian unggulan. “Serangan harus diputus sejak dini agar kerugian petani tidak membesar. Sinergi petani, penyuluh dan petugas lapangan menjadi kunci utama keberhasilan,” tegasnya.
Pelaksanaan dihadiri langsung petugas POPT, Balai Penyuluhan, dan anggota kelompok tani. Selain penyemprotan serempak berbahan aktif buprofesin, tim juga memberikan bimbingan praktis: cara mengenali gejala awal hingga langkah pencegahan lanjutan agar petani mampu waspada sendiri di masa depan.
Zainuddin, POPT Kecamatan Papalang, melaporkan data lapangan: serangan terdeteksi pada tanaman berumur 60 hari dengan intensitas sekitar 20 persen. “Pengendalian serempak—baik cara mekanis maupun kimia—wajib dijalankan agar populasi hama tidak bertambah dan tidak berpindah ke bagian hamparan yang masih sehat,” jelasnya.
Plt. Kepala UPTD BPTPH, Ritje Rombe, menegaskan penanganan massal dalam satu wilayah jauh lebih efektif dibatasi secara terpisah. Ia juga mengingatkan agar penggunaan pestisida senantiasa mengikuti takaran, cara, dan jadwal yang benar demi keamanan tanaman, lingkungan, dan penggunanya.
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap penyebaran tungro segera tertangani tuntas. Produktivitas padi tetap terjaga aman, kesejahteraan petani terpelihara, dan pondasi ketahanan pangan Provinsi Sulawesi Barat semakin kokoh dan andal.
Share this content:




Post Comment