MBG Dorong Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,33%, Tapi Impor Bahan Pangan Melonjak Jadi 9,23%

Mamuju –sandeqnews.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Barat, meski kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut masih banyak dipasok dari luar daerah.

Hal itu mengemuka dalam konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa, 19 Mei 2026. Dalam rapat tersebut dibahas kondisi dapur MBG, kesiapan pangan, hingga dampak ekonomi yang mulai dirasakan di Sulbar.

Junda Maulana mengatakan, saat ini terdapat 164 dapur MBG di Sulbar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 dapur telah aktif beroperasi, sementara 50 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan kelayakan, termasuk dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurutnya, sejumlah instansi telah melakukan pendampingan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup terkait pelayanan IPAL serta Dinas Kesehatan melalui Labkesda untuk pemeriksaan kelayakan gizi dan kebersihan dapur MBG.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I 2025 mencapai 5,33 persen dan salah satu sektor yang mengalami peningkatan signifikan adalah penyediaan akomodasi serta makan minum yang tumbuh hingga 33,85 persen akibat beroperasinya dapur MBG atau SPPG.

Namun demikian, Pemprov Sulbar juga mencatat kenaikan impor bahan pangan dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen karena kebutuhan beras premium, telur ayam, dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar daerah. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemprov Sulbar sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka akan menyiapkan skema kontrak farming agar dapur MBG dapat lebih banyak menyerap komoditas pangan lokal.

Share this content:

Post Comment