Sasar Warga di Masa Non Tahapan, KPU Polman Intensifkan Program KPU BerPASAR
Polewali Mandar–sandeqnews.id– Di tengah suasana Pasar Sentral Pekkabata yang padat pengunjung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar kembali menggelar kegiatan KPU BerPASAR, Jumat pagi (1/8/2025). Program ini menjadi strategi sosialisasi pendidikan pemilih yang terus diintensifkan, bahkan di masa non tahapan pemilu dan pilkada.
Dengan melibatkan komisioner, jajaran sekretariat KPU Polman, serta mahasiswa dan siswa SMK yang tengah magang dan Praktek Kerja Lapangan (PKL), KPU hadir langsung menyapa masyarakat, membagikan selebaran, serta memberikan penjelasan pentingnya keterlibatan aktif dalam pemilu.
Ketua KPU Polman, Nurjannah Waris, menegaskan bahwa program KPU BerPASAR adalah bagian dari komitmen KPU untuk membangun kesadaran politik masyarakat secara terus-menerus, bukan hanya menjelang pemilu.
> “Pasar menjadi titik temu berbagai kalangan masyarakat. Maka kami menjadikan pasar sebagai ruang strategis menyampaikan informasi tentang pemutakhiran data pemilih dan pentingnya partisipasi dalam demokrasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan pentingnya memastikan diri telah terdaftar sebagai pemilih, serta mengecek keakuratan data agar suara warga benar-benar terakomodasi saat pemilihan. Materi disampaikan secara langsung menggunakan pengeras suara, dengan gaya yang komunikatif dan bersahabat.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Polman, Andi Rannu, menjelaskan bahwa KPU BerPASAR adalah singkatan dari “KPU Polman Bersosialisasi dan Mengajak Partisipasi Masyarakat”, dan kini menjadi program reguler yang akan terus diperluas jangkauannya ke seluruh pasar tradisional di wilayah Polewali Mandar
.> “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di satu titik. Edukasi demokrasi harus menyentuh semua lapisan, dan pasar adalah tempat paling hidup untuk itu. Bahkan dalam minggu ini, kami sudah dua kali turun langsung ke lapangan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar program sosialisasi, KPU BerPASAR merepresentasikan wajah pelayanan publik yang lebih humanis. Menjangkau warga dari lorong ke lorong, berdialog hangat, dan menyampaikan pesan-pesan demokrasi dengan cara yang sederhana namun menyentuh.
Warga yang disapa pun tampak antusias. Beberapa di antaranya langsung bertanya mengenai status kepemiluan mereka, bahkan ada yang baru sadar bahwa datanya perlu diperbarui. Bagi KPU, inilah esensi dari pendidikan pemilih: menyadarkan, menggerakkan, dan membangun rasa memiliki terhadap proses demokrasi.
Dengan semangat yang sama, KPU Polman menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan diri ke masyarakat — tidak hanya menjelang pemilu, tetapi juga di masa jeda tahapan, karena pemilih cerdas lahir dari pembinaan yang berkelanjutan.
Share this content:



Post Comment