Free Palestine Network Polewali Mandar Gelar Aksi Bela Palestina di Pekkabata, Desak Buka Blokade Rafah

Polewali Mandar —sandeqnews.id– Sorotan terhadap krisis kemanusiaan di Gaza kembali menggema dari tanah Mandar. Sabtu (2/8), Free Palestine Network (FPN) Kabupaten Polewali Mandar menggelar aksi damai di kawasan Pekkabata, menyuarakan kepedulian dan desakan agar pintu Rafah segera dibuka untuk jalur kemanusiaan.

Aksi ini menjadi simbol keprihatinan masyarakat Polewali Mandar terhadap penderitaan berkepanjangan yang dialami rakyat Palestina. Dalam orasinya, Koordinator FPN Supriadi menyampaikan bahwa dunia tidak boleh menutup mata terhadap derita yang terus berlangsung di Gaza. “Apa artinya bicara hak asasi jika seorang bayi pun tak mendapatkan setetes susu? Jika yang mati adalah anak-anak, bagaimana dunia bisa diam?” tegasnya di tengah lantunan takbir dan yel-yel solidaritas.

Tak hanya mengecam agresi militer Israel, para orator dalam aksi ini juga menyoroti peran negara-negara sekitar yang dianggap turut membiarkan penderitaan warga Gaza berlarut-larut. Debi Akbarr Tamrin selaku jenderal lapangan menegaskan, “Gerbang Rafah bukan sekadar perbatasan, ia adalah harapan terakhir rakyat Gaza. Dan ketika gerbang itu dikunci, dunia sedang mengurung manusia dalam penderitaan tanpa suara.

”Apiadi, salah satu orator, mengangkat pentingnya melawan propaganda melalui media sosial. Ia menyebut narasi bohong tentang Palestina banyak beredar dan membuat sebagian umat Islam terjebak dalam konflik sesama. “Ini bukan perang agama. Ini kejahatan kemanusiaan. Jangan biarkan pikiran kita dikotori narasi Zionis yang justru menjauhkan kita dari kebenaran,” serunya.

Sementara itu, orator keempat, Bahtiar menggugah massa dengan seruan keadilan global. Ia menyebut bahwa pelanggaran hak asasi manusia di Palestina sudah melampaui batas logika. “Kalau ini dibiarkan, kita sedang mengubur nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi pijakan dunia modern,” ujarnya penuh semangat.

Menambah haru dalam aksi tersebut, seorang anak berusia 9 tahun, Muhammad Ilman Hamka, membacakan puisi berjudul “Rafah yang Katanya Tempat Aman.” Dengan suara polos namun tajam, ia menyentil nurani hadirin tentang anak-anak seusianya yang kini harus kehilangan rumah, keluarga, bahkan masa depan di Gaza.

Aksi damai ini tidak hanya menyampaikan pesan solidaritas, tetapi juga ajakan nyata kepada masyarakat luas untuk terus bersuara, berdoa, serta mengambil sikap. Dukungan yang diserukan tidak hanya dalam bentuk aksi jalanan, tetapi juga melalui boikot produk yang terafiliasi dengan pendukung Israel serta jihad media sebagai bentuk perlawanan narasi.

Share this content:

2 comments

comments user
ham

Mantap…salam free Palestine

    comments user
    adminsandeq

    Mari terus dukung untuk meraih kemerdekaannya, Aamiin

Post Comment