Penunjukan Jamil Barambangi Dinilai Tepat, KAHMI Sulbar: Unsulbar Harus Jadi Pilar Peradaban
mamuju – SandeqNews.id –Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Barat menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Rektor Unsulbar dalam mengangkat Dr. H. Jamil Barambangi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor III. Penunjukan tersebut sebelumnya menuai respons berupa unjuk rasa dari sebagian elemen kampus.
Presidium MW KAHMI Sulbar, Irwan SP Pababari, menilai keputusan tersebut tepat secara administratif maupun moralitas kelembagaan. Menurutnya, figur Jamil Barambangi bukan hanya representasi akademisi senior, tetapi juga simbol kontribusi dalam pembentukan Unsulbar itu sendiri.
“Beliau adalah tokoh penting dalam proses berdirinya Unsulbar. Dari sisi pengalaman birokrasi dan akademik, sangat mumpuni. Maka penunjukan ini, menurut kami, bukan sekadar pengisian jabatan, tapi bagian dari menjaga kesinambungan nilai dan arah kampus,” ujar Irwan, Rabu malam (2/7).
Ia mengingatkan agar semua pihak yang tergabung dalam civitas akademika Unsulbar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau narasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Kampus, kata Irwan, adalah ruang peradaban yang harus dijaga, bukan dirusak oleh gejolak emosional.
“Kami sangat menyayangkan jika lembaga pendidikan yang telah diperjuangkan bersama malah menjadi objek kepentingan kelompok atau pribadi tertentu. Mari kita letakkan Unsulbar di tempat yang layak: sebagai pusat pemikiran, ilmu pengetahuan, dan pembangunan karakter,” tambahnya.
Menurutnya, aksi demonstrasi yang dilakukan sebagian staf dan mahasiswa pada Rabu siang seharusnya tidak dilakukan secara reaktif. Ia mendorong pendekatan dialogis dan forum internal sebagai cara yang lebih dewasa dalam menyikapi kebijakan kampus.
Lebih lanjut, MW KAHMI Sulbar juga berencana menyampaikan pernyataan resmi dalam bentuk surat terbuka kepada pihak rektorat. Surat tersebut akan menjadi penegasan kelembagaan atas dukungan moral, sekaligus seruan menjaga stabilitas kampus dari dinamika yang tidak sehat.
Irwan juga menyinggung bahwa Unsulbar tidak bisa dipisahkan dari cita-cita besar membangun generasi muda Sulbar yang unggul secara intelektual dan berintegritas. Maka dari itu, menjaga stabilitas dan kewibawaan institusi ini merupakan tanggung jawab bersama.
“Unsulbar bukan milik satu kelompok. Ini rumah besar semua orang yang cinta pada ilmu dan masa depan daerah. Jadi kalau ada yang mencoba menyeretnya ke konflik kepentingan, kita semua yang akan rugi,” tegas Irwan, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Barat.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok dosen, staf, dan mahasiswa menyuarakan keberatan atas pengangkatan Dr. Jamil Barambangi. Mereka menilai keputusan tersebut melanggar regulasi. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat belum merespons secara terbuka tuntutan tersebut.
Sementara itu, dukungan terhadap langkah rektor terus bermunculan dari berbagai pihak, termasuk tokoh akademik dan alumni, yang menilai bahwa pengangkatan Jamil Barambangi justru memperkuat posisi Unsulbar dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal.
“MW KAHMI hadir bukan untuk membela individu, tapi membela prinsip dan peradaban akademik. Dan kami melihat bahwa keputusan ini justru mengarah ke penguatan, bukan pelemahan,” pungkas Irwan. (*)
Share this content:



Post Comment