Pastikan Kualitas Gizi Program MBG Sesuai AKG, Demi Masa Depan Anak Didik
Oleh: MawardiAnggota Dewan Pendidikan dan Pengurus PGRI Kabupaten Polewali Mandar
Alhamdulillah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan seiring masuknya tahun ajaran baru 2025. Ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai salah satu program unggulan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Di Kabupaten Polewali Mandar, pelaksanaan MBG mulai menunjukkan progres positif. Berdasarkan laporan Bupati Polman Samsul Mahmud, saat ini telah ada tiga Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SP-PG) yang beroperasi dari total 28 titik dapur yang direncanakan. SP-PG ini menjadi tulang punggung dalam penyiapan makanan sehat dan bergizi untuk siswa di sekolah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Indonesia Kita Maju, Baharia, menyampaikan bahwa pada tahap awal, layanan SP-PG telah menjangkau 12 sekolah, melayani 1.500 siswa, dan melibatkan 47 tenaga kerja, termasuk juru masak dan petugas logistik. Program ini bahkan sudah menyentuh sekolah di wilayah terjauh seperti Makobbong, serta bekerja sama dengan UMKM lokal dalam pengadaan bahan makanan. Ini langkah penting, karena tidak hanya memperkuat gizi siswa, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
Namun demikian, saya ingin mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kuantitas layanan, tetapi juga dari kualitas asupan gizi yang diberikan. Jangan sampai program MBG ini dijalankan setengah hati, atau dianggap sekadar formalitas semata. Kita bicara tentang masa depan generasi bangsa, dan kualitas hidup mereka sangat bergantung pada nutrisi yang mereka terima hari ini.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Semua pihak, terutama satuan pendidikan sebagai pelaksana di lapangan, perlu cermat dan teliti dalam mengawasi proses penyajian makanan. Jika ditemukan layanan yang tidak sesuai, segera ambil langkah perbaikan atau laporkan ke pihak terkait. Ini adalah tanggung jawab moral dan institusional kita bersama.
Saya juga mengajak para kepala sekolah, komite, dan masyarakat untuk aktif mengawasi dan memberi masukan atas pelaksanaan MBG ini. Jangan biarkan program yang sangat baik ini menjadi lemah karena kurangnya perhatian terhadap detail teknis, terutama soal standar gizi.
MBG adalah program besar. Ia lahir dari visi besar untuk membangun Sumber Daya Manusia unggul. Maka mari kita kawal bersama. Mari kita pastikan setiap anak yang makan dari dapur MBG, tidak hanya kenyang, tapi juga sehat, kuat, dan cerdas.
Share this content:



Post Comment