Asap Arang Rusak Kualitas Udara Tammemajra, Warga Alami Gangguan Pernapasan
Polewali Mandar- sandeqnes.id — Warga Desa Tammajarra, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, mengeluhkan kualitas udara yang memburuk akibat aktivitas pembakaran arang secara terbuka di sekitar permukiman. Asap pekat yang ditimbulkan saban hari menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.
Beberapa warga mengaku mengalami sesak napas, batuk, dan mata perih akibat paparan asap. “Kalau malam, kami sampai susah tidur karena asap masuk ke rumah. Anak saya sering batuk, dan harus dibawa ke puskesmas,” ujar Hasni, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi pembakaran.
Kepala Desa Tammemajra, Samsul, mengatakan pihaknya telah berupaya memediasi warga dan pelaku usaha arang, namun belum ada penyelesaian. Ia menyayangkan kurangnya respons dari instansi terkait. “Kami sudah laporkan ke DLH, tapi belum ada tindak lanjut nyata,” ungkapnya.
Menurut pemantauan Forum Hijau Mandar, pembakaran dilakukan tanpa pengendalian emisi, dan limbah asap menyebar ke lingkungan sekitar. Aktivitas ini dinilai melanggar prinsip dasar perlindungan lingkungan hidup dan hak warga untuk mendapatkan udara bersih.
Dampak lain yang mulai dirasakan adalah turunnya hasil panen petani dan terganggunya aktivitas sekolah. Beberapa guru menyebutkan anak-anak lebih cepat lelah dan sulit konsentrasi saat udara dipenuhi asap. Situasi ini dikhawatirkan memengaruhi kualitas pendidikan di desa tersebut.
Pemerintah daerah didesak segera turun tangan sebelum masalah ini berkembang menjadi krisis lingkungan dan kesehatan. Warga berharap ada langkah tegas untuk menghentikan pembakaran sembarangan dan memindahkan aktivitas tersebut ke lokasi yang sesuai dengan standar lingkungan.
Share this content:



Post Comment