Pokja FPN Polewali Mandar Resmi Dibentuk, Gerakan Kemanusiaan Terpimpin untuk Palestina
Polewali Mandar – SandeqNews Setelah silaturahmi dan Halal Bihalal Nasional Free Palestine Network (FPN) yang mempertemukan para pegiat kemanusiaan se-Indonesia secara daring, semangat untuk membangun solidaritas lintas batas kini diteruskan ke daerah-daerah. Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Dina Y. Sulaeman, M.IR, pengamat geopolitik Timur Tengah dan dosen Universitas Padjadjaran, serta Furqon Fattah Chalim, Sekretaris Jenderal FPN dan aktivis kemanusiaan internasional.
Sebagai kelanjutan dari momentum tersebut, Pokja FPN (Kelompok Kerja Free Palestine Network) Polewali Mandar resmi dibentuk di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar. Pokja ini menjadi ruang koordinasi dan aksi bagi para relawan dan pegiat dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam perjuangan kemanusiaan global, khususnya bagi Palestina.
Supriadi, Pendidik sekaligus Direktur Media SandeqNews, didapuk sebagai Koordinator Pokja FPN Polewali Mandar. Ia menegaskan bahwa pembentukan Pokja ini adalah bentuk tanggapan atas panggilan rasa:
“Kita harus belajar bergerak secara terstruktur, terorganisir, terpimpin, dan berlipat ganda, karena kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.”
Struktur Pokja FPN Polewali Mandar melibatkan tokoh-tokoh lokal dengan peran strategis:
Narjus Sholeh, ASN dan pengawas pendidikan, sebagai penanggung jawab bidang jaringan dan kemitraan.
Hamka, dosen dan aktivis literasi Islam, memimpin bidang program dan edukasi masyarakat.
Agung Hidayat Mansur, dosen dan penulis kajian geopolitik kemanusiaan, dipercaya mengelola kesekretariatan dan komunikasi Pokja.
Darman, penggerak pemuda dan relawan kemanusiaan, memimpin bidang kaderisasi, sebagai ujung tombak regenerasi relawan dan edukasi dasar bagi peserta baru.
Pokja ini tidak berdiri atas dasar identitas agama atau politik, melainkan atas nilai dasar kemanusiaan universal. “Ketika kita bicara Palestina, kita sedang bicara tentang luka kemanusiaan. Ini bukan soal agama, tapi tentang ketidakadilan yang harus kita lawan bersama,” ungkap Hamka.
FPN sebagai jaringan nasional telah menjalankan berbagai program nyata, termasuk Workshop Kemanusiaan Bersertifikat 16 Jam yang telah dilaksanakan sebanyak enam kali. Workshop ini terbuka untuk siapa saja—dari berbagai agama, bangsa, profesi, dan usia—yang ingin memahami isu Palestina dan membangun kesadaran kolektif untuk bergerak bersama.
Program-program utama FPN lainnya meliputi:
Literasi geopolitik dan sejarah konflik Palestina
Kampanye media dan advokasi kreatif
Penggalangan solidaritas lintas iman dan komunitas
Pemetaan dan konsolidasi Pokja di berbagai daerah dan luar negeri
Kolaborasi kemanusiaan lintas profesi dan sektor
FPN mengajak seluruh masyarakat Indonesia—tanpa kecuali—untuk terlibat dalam gerakan ini. Panggilan ini adalah panggilan rasa, bukan semata agenda. FPN mengedepankan pendekatan empatik, terbuka, dan terarah, mendorong lahirnya kekuatan moral yang bergerak.
“Gerakan ini milik siapa saja yang masih memiliki nurani. Kami tidak bicara siapa yang benar atau salah, tapi siapa yang berdiri di sisi kemanusiaan,” ungkap Agung Hidayat Mansur.
Dengan terbentuknya Pokja FPN Polewali Mandar, diharapkan akan tumbuh ruang-ruang dialog, edukasi, dan solidaritas yang makin luas dan berdampak. FPN ingin menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang gaduh, suara nurani yang tulus akan tetap menemukan jalannya untuk bersinar.
Share this content:




Post Comment