KPID Sulbar Gaet Generasi Muda, Akademisi: Penyiaran Perlu Sentuhan Literasi Digital
MAMUJU — sandeqnews.id–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat kembali menunjukkan peran strategisnya dalam edukasi penyiaran melalui gelaran KPID Expo di Matos Mall Mamuju. Beragam kegiatan dilaksanakan mulai dari lomba pembaca berita, talkshow, hingga launching sistem peringatan dini kebencanaan lewat siaran televisi digital.
Ketua KPID Sulbar, Mu’min, menyebut expo ini sebagai bentuk upaya KPID dalam mendekatkan dunia penyiaran ke masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, perlu ada penguatan literasi agar generasi muda tak terjerumus pada dampak negatif media.“
Sekarang ini akses informasi sangat cepat. Kalau tidak dibarengi dengan literasi penyiaran yang kuat, dampaknya bisa serius. Maka ini bagian dari edukasi agar masyarakat, terutama anak muda, bisa bijak menyikapi tayangan,” ujar Mu’min, Jumat (23/05).
Pelaksanaan expo ini pun mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Rahmat Idrus dari UNIKA Mamuju menilai kegiatan ini bermanfaat besar bagi dunia penyiaran, apalagi menyasar anak muda sebagai sasaran utama. Ia menyebut segmen ini sangat perlu disentuh dan diberikan ruang dalam diskusi penyiaran.
Dalam pandangannya, penguatan peran KPI sebaiknya juga diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Penyiaran yang tengah berproses. Salah satu poin penting menurutnya adalah perlunya aturan yang menyentuh konten media sosial agar tetap dalam koridor P3-SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran).
“Yang jadi tantangan adalah bagaimana regulasi ini tidak berbenturan dengan kebebasan berpendapat. Kita butuh aturan yang mengatur keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dan konten yang tetap menghargai nilai budaya dan sosial masyarakat kita,” pungkasnya.
Share this content:



Post Comment