Purple Day 2026, DKPPKB Sulbar Ajak Warga Hapus Stigma Epilepsi
Mamuju- sandeqnews.id— Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggaungkan kepedulian terhadap penyandang epilepsi dalam momentum Purple Day 2026 atau Hari Epilepsi Sedunia.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Turning Stories into Action” (Mengubah Cerita Menjadi Tindakan), yang menekankan pentingnya aksi nyata melalui edukasi pertolongan pertama saat kejang, pengurangan stigma, serta penciptaan lingkungan yang inklusif bagi penyandang epilepsi.
Momentum yang dikenal sebagai Hari Ungu ini juga menjadi simbol solidaritas global, di mana masyarakat diajak mengenakan atribut berwarna ungu sebagai bentuk dukungan sekaligus kampanye memutus stigma yang masih melekat.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait epilepsi yang perlu diluruskan melalui edukasi berkelanjutan.
Ia menegaskan, epilepsi bukan penyakit menular maupun gangguan jiwa, melainkan gangguan neurologis yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat sehingga penderitanya tetap dapat hidup produktif.
Menurutnya, stigma sosial justru sering menjadi hambatan terbesar bagi penyandang epilepsi, baik dalam mengakses layanan kesehatan maupun dalam menjalani kehidupan sosial sehari-hari.
DKPPKB Sulbar juga mengingatkan pentingnya penanganan awal yang tepat saat seseorang mengalami kejang, seperti tetap tenang, menjauhkan benda berbahaya, melindungi kepala, dan memiringkan tubuh penderita untuk menjaga jalan napas.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menahan gerakan kejang maupun memasukkan benda ke dalam mulut penderita, serta tetap mendampingi hingga kondisi kembali stabil.
Melalui peringatan ini, DKPPKB Sulbar mendorong penguatan edukasi, layanan kesehatan, serta dukungan keluarga dan masyarakat agar kualitas hidup penyandang epilepsi semakin baik dan inklusif. (Rls)
Share this content:




Post Comment