Tembus 6 Besar Nasional, Digitalisasi Data Perlinsos Sulbar Pacu Target 50 Persen Populasi

MAMUJU – sandeqnews.id —

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berhasil menembus peringkat ke-6 nasional dalam capaian pendaftaran digital warga kurang mampu melalui digitalisasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos). Berdasarkan pembaruan data dari dashboard Portal Perlinsos, capaian ini menempatkan Sulbar di atas rata-rata nasional dan menjadi bukti nyata kemajuan penanganan data sosial di daerah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan bahwa akselerasi pendataan digital ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, agar penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran dan transparan. Komitmen ini diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Sulbar Nomor 43 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Digitalisasi Perlinsos.

Edaran tersebut menekankan percepatan integrasi data kependudukan digital dan menginstruksikan seluruh ASN serta PPPK untuk berperan aktif sebagai Agen Perlinsos, mengantongi Identitas Kependudukan Digital, serta membantu verifikasi warga kurang mampu di lingkungan sekitarnya.

Hingga saat ini, tercatat 73.230 Kepala Keluarga atau sekitar 16,10 persen dari total 454.859 KK di Sulbar telah terdata secara digital, mengungguli rata-rata nasional sebesar 11,7 persen. Kabupaten Polewali Mandar mencatatkan cakupan tertinggi sebesar 31,6 persen, disusul Kabupaten Majene 19,9 persen, Kabupaten Mamasa 7,9 persen, Kabupaten Mamuju 5,8 persen, Kabupaten Mamuju Tengah 4,9 persen, serta Kabupaten Pasangkayu 3,1 persen.

Meski telah masuk enam besar nasional, Pemprov Sulbar terus memacu target yang diproyeksikan KPTDP, yaitu menjangkau minimal 50 persen atau sekitar 227.430 KK. Artinya, masih ada sekitar 154.200 KK yang harus dipastikan terdata secara digital hingga Desember 2026 mendatang.

Pemerintah Provinsi Sulbar tetap optimistis penguatan koordinasi antar-wilayah akan mampu menggenjot sisa target tepat waktu. Digitalisasi data Perlinsos ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar setiap program sosial dapat dirancang, disalurkan, dan dipantau dengan akurat, transparan, dan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Share this content:

Post Comment