DKPPKB Sulbar Berkontribusi Susun Standar Kurikulum Manajemen Promosi Kesehatan Nasional

Jakarta — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui keterlibatan langsung dalam pembahasan Standar Kurikulum Pelatihan Manajemen Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Puskesmas.

Kegiatan finalisasi kurikulum nasional ini berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta, pada tanggal 4 hingga 5 September 2026, sebagai bagian dari upaya menyusun standar kompetensi bagi tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia. Agenda pertemuan mencakup pemaparan materi dari narasumber, diskusi mendalam, penyusunan draf kurikulum, hingga perumusan kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Dari Sulawesi Barat, provinsi diwakili oleh Wawan Iskandar, Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulbar yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).

Kehadiran ini menjadi kontribusi nyata Sulawesi Barat dalam menyusun kerangka standar nasional. Dalam pembahasan, para peserta memberikan masukan berbasis pengalaman penerapan promosi kesehatan di masing-masing daerah. Hal ini dimaksudkan agar kurikulum yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik dan kompetensi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan di lapangan. Keterlibatan aktif Sulawesi Barat sekaligus memastikan kebutuhan daerah ikut terakomodasi dalam standar yang akan berlaku secara nasional.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr.Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penguatan promosi kesehatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh. “Tenaga promosi kesehatan berperan penting membangun komunikasi kesehatan yang efektif, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Mereka harus menjadi penggerak perubahan, baik di fasilitas pelayanan maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut beliau, promosi kesehatan memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masyarakat sudah sakit, melainkan mendorong kemampuan masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri.Penyusunan kurikulum ini diharapkan melahirkan tenaga promosi kesehatan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan sistem pelayanan, serta mampu menyusun edukasi yang berbasis kebutuhan masyarakat sehingga berdampak nyata pada peningkatan derajat kesehatan.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan guna mewujudkan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”. Keterlibatan Sulbar dalam forum nasional ini juga memperkuat posisi daerah dalam jejaring profesi promosi kesehatan, sekaligus menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan dan standar yang dikembangkan di tingkat pusat.

Share this content:

Post Comment