Dari ATS Jadi Relawan: Kisah Rio Ajak Temannya Kembali Sekolah di Mamasa
MAMUJU — Ini bukti nyata keberhasilan program Gubernur Suhardi Duka (SDK): tak hanya mengembalikan anak ke sekolah, tapi menumbuhkan jiwa kepedulian sosial. Kisah Rio, mantan Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Mamasa, menjadi contoh nyata perubahan itu.
Rio asal Rantebulahan, Kabupaten Mamasa, sempat masuk kategori ATS. Setelah berhasil dikembalikan belajar di SMK Rantebulahan Timur, ia kini bergerak sebagai relawan: mencari teman-temannya yang masih putus sekolah dan membantu mereka memperoleh akses pendidikan.
Terbaru, Rio melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, dua temannya yang ingin masuk SMK. Keduanya memiliki riwayat berhenti belajar: satu saat hendak ujian kelas IX, satu lagi saat kelas VIII SMP, sehingga Rio meminta arahan solusi yang tepat.
Menerima pesan tersebut, Kadis Nehru menyarankan jalur yang sesuai, misalnya Program Paket B sebelum melanjutkan jenjang berikutnya. Ia menilai langkah Rio adalah bukti dampak mendalam dari penanganan ATS Pemprov Sulbar. “Dulu dia tidak sekolah, sekarang sudah kembali lalu mau jadi relawan.
Dia sendiri yang mencari dan menemukan anak‑anak lain,” ujar Nehru. Ia menekankan: saat seseorang merasakan kebaikan belajar, ia ingin sesama juga merasakan hal serupa. Inisiatif ini melahirkan kepedulian sosial yang berharga, menjadi pendorong saling dukung antar anak. Sementara itu, penanganan ATS terus berjalan melalui pendataan, penjangkauan dan kerja relawan yang terukur.
Data terbaru: dari aplikasi PAPPASIKOLAI dan sistem MASIGA, telah terkonfirmasi 499 ATS: 301 laki‑laki, 198 perempuan (rata‑rata usia 17 tahun), tersebar di lima kabupaten. Sebagian besar memilih jalur nonformal untuk kembali belajar. Selain itu, 272 laporan warga masuk, 246 selesai ditindaklanjuti.
Share this content:




Post Comment