56 Saiyyang Pattuqduq Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Desa Karama, Polewali Mandar

Polewali Mandar—sandeqnews.id— Sebanyak 56 ekor Saiyyang Pattuqduq atau kuda menari memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin, 7 September 2026.

Kegiatan yang digelar setiap tahun tersebut berlangsung meriah. Warga setempat bersama para tamu dari berbagai daerah turut hadir menyaksikan salah satu tradisi khas masyarakat Mandar yang masih terus dipertahankan hingga saat ini.

Puluhan Saiyyang Pattuqduq tampil dengan penunggang yang didominasi perempuan. Pada setiap kuda umumnya terdapat dua orang perempuan yang mengenakan busana tradisional Mandar, sementara hanya sebagian kecil penunggang laki-laki turut ambil bagian.

Kemeriahan semakin terasa ketika Saiyyang Pattuqduq bergerak mengikuti irama musik rebana yang dimainkan oleh Parrawana. Di tengah iringan tersebut, terdengar pula lantunan Kalindaqdaq, berupa syair atau pantun khas Mandar yang disampaikan di hadapan kuda menari.

Bagi masyarakat Desa Karama, kegiatan ini tidak hanya menjadi pertunjukan budaya. Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum spiritual untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, mengingat keteladanan beliau serta menumbuhkan rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Salah seorang warga setempat, Purnamawati, menyampaikan antusiasmenya mengikuti dan memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Maulid setiap tahun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga karena dapat berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Purnamawati juga menilai kehadiran para tamu dari dalam maupun luar daerah membuat suasana semakin semarak. Warga berupaya menyambut dan menjamu setiap tamu dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk penghormatan dan rasa kekeluargaan.

Sementara itu, Sitti Aminah, salah seorang tamu yang hadir, mengaku senang dapat menyaksikan langsung kemeriahan Maulid Nabi di Desa Karama.

Menurut Sitti Aminah, suasana kegiatan terasa lengkap karena selain memiliki nilai spiritual dalam mengenang dan menghormati Nabi Muhammad SAW, acara tersebut juga menghadirkan daya tarik budaya yang menghibur para pengunjung.

Ia menikmati suasana ketika para perempuan menunggangi Saiyyang Pattuqduq yang bergerak mengikuti tabuhan rebana Parrawana, ditambah lantunan Kalindaqdaq yang membuat pertunjukan semakin hidup.

Keramahan masyarakat dalam menyambut dan menjamu tamu juga menjadi kesan tersendiri bagi Sitti Aminah. Sikap warga yang terbuka dan penuh kekeluargaan membuat para pengunjung merasa nyaman menikmati rangkaian kegiatan hingga selesai.

Tradisi Saiyyang Pattuqduq menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat Mandar yang memadukan nilai keagamaan, kesenian dan kehidupan sosial. Dalam perkembangannya, tradisi ini sangat erat dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai wilayah Mandar.

Melalui kegiatan yang terus dilaksanakan setiap tahun, masyarakat Desa Karama turut menjaga tradisi tersebut agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda, sekaligus menjadikan peringatan Maulid sebagai ruang mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat .

sandeqnews .id Mengabarkan, Menginspirasi, Mencerahkan

Share this content:

Post Comment