Puluhan Armada Pemadam Siap Operasi, Perkuat Posko Atasi Kekeringan dan Karhutla di Enam Kabupaten

MAMUJU – BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau berlangsung Agustus hingga September 2026. Kondisi ini menempatkan Sulawesi Barat dalam kewaspadaan tinggi terhadap risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan yang meluas.

Data tercatat hingga 25 Agustus menunjukkan adanya 3.042 titik panas tersebar. Konsentrasi terbesar ada di Mamuju Tengah dan Mamuju; selain itu tercatat pula 77 kasus kebakaran permukiman yang terjadi di seluruh wilayah enam kabupaten.

Dampak pertanian pun terasa berat: tercatat 3.141 hektare lahan terdampak kekeringan, dengan Polewali Mandar sebagai wilayah terdampak paling luas. Situasi menuntut respons cepat dan keterlibatan seluruh pihak.

Menyikapi hal itu, Gubernur Suhardi Duka mengeluarkan imbauan tegas. Masyarakat, khususnya pelaku usaha tani, diminta berhenti sepenuhnya dari praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar karena melanggar hukum dan berisiko pidana.

“Jangan lakukan pembakaran dengan alasan apa pun, agar Sulbar terhindar dari perluasan bahaya api,” tegasnya. Bersamaan itu, Pemprov bersama kabupaten telah mendirikan posko siaga dan menyiapkan armada damkar serta sarana penunjang lainnya.

Langkah ini dilakukan sebagai perlindungan terpadu. Diharapkan perhatian dan kerja sama warga serta doa bersama dapat berjalan hingga hujan turun dan wilayah Sulawesi Barat selamat dari bahaya bencana.

Share this content:

Post Comment