DKPPKB Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Tim Klaster Kesehatan, Siap Hadapi Potensi Krisis Secara Cepat dan Tepat
Mamuju – sandeqnews.id – DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Tim Teknis Krisis Kesehatan Tahun 2026 di Aula Andi Depu DKPPKB, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan serta menyamakan persepsi seluruh personel dalam menghadapi potensi bencana dan situasi darurat yang dapat menimbulkan krisis kesehatan.
Sekretaris DKPPKB Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri, secara resmi membuka kegiatan. Ia menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci utama menghadapi setiap ancaman bencana. Seluruh personel wajib memahami tugas dan fungsi masing-masing agar respons yang diberikan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian dan SDM Kesehatan, dr. Darmawiyah, memaparkan peran strategis Klaster Kesehatan. Penguatan koordinasi antarbidang, ketersediaan logistik, SDM kesehatan, serta sistem rujukan menjadi faktor penjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan saat terjadi bencana.
Materi mencakup tiga fase utama penanggulangan krisis kesehatan: pra-krisis, tanggap darurat, dan pasca-krisis. Fokus pada kesiapan sumber daya, respons cepat saat kejadian, serta pemulihan pelayanan secara berkelanjutan guna melindungi masyarakat termasuk kelompok rentan. Kepala DKPPKB Sulbar, dr.
Nursyamsi Rahim, menyampaikan penguatan kapasitas tim wujud komitmen membangun sistem kesehatan yang tangguh.“Dengan kesiapsiagaan matang sejak dini, respons saat darurat akan lebih cepat sehingga dampak krisis dapat diminimalkan,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan visi Gubernur Suhardi Duka mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.Melalui peningkatan kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor, sistem kesehatan daerah semakin kokoh dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman krisis kesehatan.
Share this content:




Post Comment