Sempat Diragukan, Pelita Alam Mina Karya Juara Umum Sandeq Silumba 2026 Disambut Bak Pahlawan

Polewali Mandar – sandeqnews.id— Kemenangan Pelita Alam Mina Karya sebagai Juara Umum Sandeq Silumba 2026 disambut meriah ribuan warga di Dusun Pangimbalan, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (28/9/2026) sore. Tabuhan rebana dan sorak-sorai warga mengiringi arak-arakan perahu yang berhasil membawa pulang piala bergilir.

Perahu sandeq pendatang baru tersebut sebelumnya sempat diragukan oleh sejumlah pihak pada awal perlombaan. Namun, konsistensi Pua Lukman bersama awak kapalnya dalam dua etape berhasil mengantarkan Pelita Alam Mina Karya meraih poin tertinggi dan keluar sebagai juara umum.

Arak-arakan berlangsung dari Bala hingga Galung Tulu. Anak-anak hingga warga dewasa berjalan kaki mengawal perahu yang diangkut menggunakan gerobak khusus, sementara kelompok parrabana berseragam biru putih memimpin rombongan dengan memainkan irama khas Mandar. Warga juga mengibarkan bendera bertuliskan Juara Umum dan bendera tim.

Suasana semakin semarak ketika Pua Lukman berdiri di atas perahu sambil mengangkat piala bergilir berwarna emas. Warga yang memadati pinggir jalan menyambut dengan sorak-sorai dan mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Sejumlah warga juga menyediakan minuman segar secara gratis bagi peserta arak-arakan.

Keberhasilan Pelita Alam Mina Karya diraih melalui hasil konsisten di dua etape. Pada etape pertama rute Pamboang, Majene, perahu ini finis di posisi kedua, sedangkan pada etape kedua dari Pamboang menuju Polewali finis di posisi keempat. Akumulasi poin tersebut mengantarkan tim asal Galung Tulu menjadi juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir serta hadiah uang tunai Rp21 juta.

Pua Lukman mengaku gembira atas kemenangan tersebut. Sebagai nelayan, ia menyebut angin kencang dan gelombang tinggi merupakan tantangan yang sudah akrab baginya, terutama di kawasan Pamboang dan Rangas. “Ada tantangan, tapi bisa diatasi. Masalah ombak dan angin kencang, karena kami ini nelayan sudah bersahabat dengan laut, jadi itu hal biasa,” ujarnya. Ia berharap dapat kembali berlaga pada Sandeq Silumba 2027 untuk mempertahankan piala tersebut.

Share this content:

Post Comment