Tradisi Bahari Tetap Terjaga, Sandeq Silumba 2026 Digelar Sederhana karena Efisiensi Anggaran
Mamuju – sandeqnews.id– Dewan Pengarah Sandeq Silumba Syamsul Samad memastikan ajang lomba perahu tradisional ini tetap dilaksanakan pada tahun 2026, meskipun dengan format yang lebih sederhana dibandingkan tahun lalu. Keputusan ini diambil setelah membahas bersama para passandeq guna menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi anggaran yang ada.
Jika pada tahun 2025 lomba menempuh jarak jauh sepanjang 231 kilometer dari Pantai Bahari Polewali Mandar hingga Mamuju dan berkeliling Pulau Karampuang, tahun ini rute dipangkas hanya berlangsung di dua kabupaten, yaitu Majene dan Polewali Mandar. Rute menuju Mamuju ditiadakan sementara waktu.
Perubahan skala ini menjadi konsekuensi efisiensi anggaran serta peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan, dari 55 perahu menjadi 95 perahu Sandeq. Hal ini otomatis menaikkan kebutuhan biaya hingga hampir dua kali lipat dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya Gubernur Suhardi Duka telah memerintahkan tiga kabupaten terkait untuk mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar, namun realisasinya belum memenuhi sasaran. Hanya Kabupaten Mamuju yang menyiapkan penuh Rp1 miliar, sedangkan Polewali Mandar sekitar Rp400 juta dan Majene sebesar Rp150 juta.
Meski ketersediaan dana terbatas, Pemprov Sulbar tetap memastikan kegiatan berjalan dan menanggung seluruh hadiah bagi peserta. Langkah ini diambil agar tradisi luhur masyarakat Mandar tidak terputus, meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan skala yang lebih terbatas.
Sandeq Silumba bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan upaya menjaga warisan budaya maritim sekaligus daya tarik pariwisata daerah. Diharapkan penyederhanaan tahun ini tidak mengurangi semangat kebersamaan dan makna pelestarian budaya yang dijunjung tinggi.
Share this content:




Post Comment