Tancap Gas, DKP Sulbar Matangkan Rencana Strategi Perikanan dan Maritim 2027
Mamuju – sandeqnews.id– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat bergerak cepat mematangkan strategi pembangunan sektor maritim dan perikanan untuk tahun 2027. Di bawah arahan Gubernur Suhardi Duka dan Sekprov Junda Maulana, rapat koordinasi krusial digelar Selasa malam (30/6/2026) di salah satu kafe Kota Mamuju, berlangsung santai namun produktif mulai pukul 20.15 WITA.
Dipimpin langsung Kepala DKP Safaruddin, rapat ini membahas proposal program kegiatan 2027 dan pagu sementara APBD 2026. Pertemuan sengaja digeser ke malam karena padatnya agenda siang hari, di mana sebelumnya Safaruddin harus menghadiri acara pencanangan Desa Tangguh Bencana. “Pembahasan kesejahteraan nelayan tidak bisa ditunda, kita manfaatkan waktu malam agar rencana matang dan terukur,” ujarnya.
Penyusunan program menyoroti tiga pilar utama sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sasarannya meliputi pembudidaya di 6 kabupaten, nelayan tangkap di 5 kabupaten pesisir, dan kelompok pengolah hasil perikanan guna menambah nilai ekonomi produk lokal. Peningkatan PAD diupayakan agar sektor ini tidak hanya menyerap anggaran, tapi juga berkontribusi bagi kemandirian fiskal daerah.
Selain ekonomi, lingkungan menjadi perhatian besar, mulai dari pemberdayaan masyarakat pesisir, penanganan abrasi pantai, hingga konservasi. “Bantuan dan PAD penting, tapi menjaga wilayah pesisir adalah investasi jangka panjang agar nelayan tetap aman dan produktif di masa depan,” tegas Kabid Kelautan dan Pesisir Apriyadi.
Pengawasan juga diperkuat melalui usulan pelatihan Polisi Khusus Perikanan dan sinergi dengan Kelompok Masyarakat Pengawas di lapangan. Pendanaan akan diupayakan melalui skema multilateral, mulai dari usulan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga pembahasan bersama DPRD.
Safaruddin menegaskan seluruh proposal harus diverifikasi ketat agar tepat sasaran, serta melibatkan DKP kabupaten dalam pelaksanaan. Semua langkah ini diambil untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat pelaku kelautan dan perikanan di seluruh Sulawesi Barat.
Share this content:




Post Comment