Perkuat Sinergi DKPPKB dan Polda Sulbar, Kejar Target Eliminasi TBC

Mamuju–Sandeqnews.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Polda Sulawesi Barat mempertegas komitmen memperkuat kolaborasi percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Kesepakatan ini diambil dalam rapat koordinasi di Aula Andi Depu Kantor DKPPKB Sulbar, Kamis 2 Juli 2026.

Pertemuan dipimpin Kepala DKPPKB dr. Nursyamsi Rahim, didampingi Sekretaris dr. Marintani Erna Dochri. Hadir pula Direktur Binmas Polda Kombes Pol Prasetya Sejati, Kabid Dokkes lama Kombes Pol dr. Effri Susanto, Kabid Dokkes baru dr. Elvis Jefferson, serta jajaran teknis kedua instansi. Langkah ini merupakan implementasi program GARATTA TBC selaras visi Sulbar Maju dan Sejahtera.

Data semester I 2026 menunjukkan estimasi kasus TBC di Sulbar mencapai 5.504 orang, namun baru 1.675 kasus yang terdeteksi. Sementara dari 7.249 orang kontak erat, hanya 365 yang telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Angka ini menegaskan perlunya upaya lebih besar dalam penemuan kasus dan penanganan risiko.

“Eliminasi TBC tak bisa dilakukan sendiri, butuh dukungan seluruh elemen termasuk jajaran kepolisian hingga desa. Sinergi ini kunci mempercepat penemuan kasus, investigasi kontak, dan pemberian TPT agar rantai penularan segera terputus,” ujar dr. Nursyamsi. Kedua belah pihak juga sepakati sistem pemantauan data terpadu mulai laporan harian hingga dasbor bersama.

Polda Sulbar menyoroti perlunya pola kerja lebih operasional, evaluasi rutin, serta usulan agar analisis evaluasi dipimpin langsung Gubernur. Selain itu, akan dilatih Bhabinkamtibmas tentang deteksi dini TBC, disiapkan buku saku, sistem pemantauan wilayah, dan apresiasi bagi yang berprestasi. dr. Elvis Jefferson juga menekankan peran rumah sakit sebagai titik awal penemuan kasus.

Tim teknis DKPPKB menambahkan pentingnya validasi data SITB dengan kondisi lapangan serta koordinasi erat antar puskesmas, dinas kabupaten, Bhabinkamtibmas dan Polres se-Sulbar. Melalui sinergi ini diharapkan penemuan kasus dan cakupan TPT meningkat pesat demi mewujudkan Sulawesi Barat bebas TBC.

Share this content:

Post Comment