24.363 UMKM Sulbar Jadi Fokus Utama Audiensi Gubernur SDK dengan Menteri UMKM
Jakarta – sandeqnews.id– Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), melaksanakan audiensi strategis dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini difasilitasi Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulbar sebagai langkah nyata memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah demi mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan.
Gubernur SDK didampingi sejumlah pejabat utama, antara lain Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ince Rachmad, Plt. Kepala Biro Perekonomian Firman, perwakilan DPRD Provinsi, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar. Di sisi lain, Menteri UMKM turut didampingi jajaran pejabat tinggi kementerian dalam pertemuan tertutup tersebut.
Dalam pemaparannya, Gubernur SDK menyampaikan data bahwa Sulbar saat ini memiliki 24.363 unit usaha mikro dan kecil serta 375 usaha menengah yang mayoritas bergerak di sektor olahan pangan dan tekstil. Meski memiliki potensi besar, pelaku usaha masih menghadapi kendala rendahnya legalitas usaha, keterbatasan alat produksi, serta minimnya akses kemitraan yang lebih luas.
Salah satu usulan prioritas yang disampaikan adalah dukungan untuk merevitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu yang mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 2021. Pemprov berharap gedung tersebut kembali berfungsi optimal sebagai pusat pelatihan, konsultasi, uji mutu, hingga etalase promosi produk unggulan daerah.
Selain itu, Gubernur SDK juga memperjuangkan bantuan mesin pengolahan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, aren, dan hasil perikanan, serta pembangunan rumah produksi tenun. Dukungan fasilitasi sertifikasi SNI, Halal, dan Hak Kekayaan Intelektual pun disampaikan agar produk UMKM Sulbar semakin berdaya saing tinggi.
Melalui audiensi ini, Pemprov Sulbar berharap terjalin kerja sama yang semakin erat dengan Kementerian UMKM. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekonomi daerah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat.
Share this content:




Post Comment