Krisis Solar Hantui Polman, Distribusi Logistik Terancam Lumpuh
Polewali Mandar– sandeqnews.id— Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kian mengkhawatirkan. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran distribusi logistik serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada sektor angkutan barang dan jasa.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok solar. SPBU di wilayah Wonomulyo, Polewali, dan Sarampu tercatat kosong, sementara SPBU Campalagian dan Tinambung hanya memiliki sisa pasokan terbatas yang diperkirakan segera habis.
Situasi semakin diperparah dengan kondisi serupa yang juga terjadi di Kabupaten Mamasa. Kelangkaan di daerah tetangga ini membuat pilihan pengisian solar bagi kendaraan angkutan lintas kabupaten semakin sempit.
Akibatnya, antrean kendaraan kini terpusat di SPBU Pekkabata, Polewali. Truk-truk pengangkut barang terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer, memadati badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Antrean panjang tersebut telah berlangsung hampir sepekan terakhir.
Pengawas SPBU Polewali, Erwin, menyebut keterbatasan kuota sebagai penyebab utama. Ia mengungkapkan bahwa SPBU Polewali hanya menerima pasokan sekitar delapan kiloliter solar per hari, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan angkutan barang.
“Tanpa penambahan pasokan, kebutuhan solar menjelang Nataru dipastikan tidak akan terpenuhi. Ini bisa berdampak pada terganggunya distribusi barang secara lebih luas,” ujarnya.
Share this content:




Post Comment