Bedah Film Dokumenter “Sa’diang Harus Pulang” di Rumah Ilmu: Sungai, Rindu, dan Refleksi Kemanusiaan tentang Pulang
Polewali Mandar – SandeqNews.id — Malam di Buttu Lamba, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, menjadi ruang hangat bagi para pencinta film dan pegiat literasi. Perpustakaan Rumah Ilmu menggelar pemutaran dan bedah film dokumenter “Sa’diang Harus Pulang (Butterfly on a River)” karya Ulfa Evitasari, pada Minggu malam, 19 Oktober 2025.
Film yang berhasil menembus nominasi Festival Film Indonesia (FFI) kategori Dokumenter Pendek Terbaik ini memantik diskusi panjang dan penuh makna. Isu kemanusiaan, perempuan, dan makna pulang menjadi benang merah yang mengalir seperti sungai dalam cerita film tersebut. Dari jadwal semula pukul 19.00 WITA, kegiatan bahkan molor hingga lebih dari pukul 22.30 karena antusiasme peserta yang tak ingin diskusi berakhir.
Tiga narasumber hadir menghidupkan dialog malam itu, yakni Citra N. Fariaty, dosen Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat; Abdul Malik S., penikmat film; dan Ulfa Evitasari, sang sutradara. Kegiatan dipandu oleh Evi Jeremias, yang dengan hangat membangun alur diskusi penuh semangat dan tawa.
Lebih dari 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut, sebagian datang dari luar Polewali Mandar, termasuk Kabupaten Majene. Tokoh kebudayaan Sulawesi Barat, Ridwan Alimuddin, turut hadir memberikan apresiasi dan menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata upaya menjaga ekosistem literasi dan perfilman di daerah.
Diskusi berlangsung cair namun padat makna. Para peserta menyoroti film ini dari beragam sisi: mulai dari perspektif kesetaraan, ekonomi politik, antropologi, hingga teknis sinematografi. Semua berpadu dalam satu pandangan bahwa film dokumenter tak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menyentuh nurani manusia.
Di penghujung acara, para peserta sepakat pentingnya ruang-ruang diskusi semacam ini terus dihidupkan. “Film ini membuat kita memahami makna pulang bukan sekadar kembali ke tempat asal, tapi perjalanan jiwa menuju kemanusiaan,” ujar salah satu peserta. Rumah Ilmu pun berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi sineas dan penikmat film di Sulawesi Barat.
Share this content:




Post Comment