Bupati Samsul Mahmud: Ormas Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Polewali Mandar –Sandeqnews.id– Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, S.IP, menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat (Ormas) sebagai garda terdepan dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Ormas yang digelar Badan Kesbangpol Polman di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (18/9/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Mahmud menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Ormas, dan tokoh lintas agama sangat strategis untuk memperkuat kerukunan, persatuan, serta keamanan di Bumi Tipalayo. “Mari kita jadikan pertemuan ini bukan hanya sekadar wacana, tetapi momentum memperkuat langkah nyata demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang kerap dimanfaatkan untuk penyebaran ideologi berbahaya, khususnya kepada generasi muda. Karena itu, ia mengajak Ormas untuk hadir sebagai penyeimbang dengan menyebarkan nilai toleransi, pendidikan keluarga yang kuat, serta menghidupkan kembali kearifan lokal, budaya gotong royong, dan persaudaraan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Polman.
Kepala Badan Kesbangpol Polman, Hj. Asliah Rahim, S.Sos., M.Si, dalam laporannya menyebut kegiatan ini bertujuan mendorong stabilitas keamanan daerah dengan meningkatkan strategi pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Rakor ini menghadirkan narasumber Kasatgas Densus 88 Antiteror Wilayah Sulbar, Kompol Sophan Ansari, yang menekankan pentingnya berbagi data dan fakta untuk meningkatkan kewaspadaan dini, serta Dr. Aco Musaddad HM, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Polman sekaligus Kadis Kominfo, yang menyoroti pentingnya pendidikan berlandaskan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Rakor lintas Ormas ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran Kesbangpol, para camat, lurah, tokoh lintas agama, FKUB, FPK, organisasi kemahasiswaan, serta Tim Kewaspadaan Dini Daerah. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, dimana Kasatgas Densus 88 Sulbar turut memberikan kaos kepada tujuh penanya aktif sebagai bentuk apresiasi.
Share this content:




Post Comment