IMM Polewali Mandar Serukan “Darurat Keamanan”, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Kejahatan
Polewali Mandar- sandeqnews.id- 28 Juli 2025 — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Polewali Mandar menggelar aksi demonstrasi dengan tajuk “Polewali Mandar Darurat Keamanan!” pada Senin siang, 28 Juli 2025. Aksi dimulai pukul 13.00 hingga 16.45 WITA dan berlangsung di dua titik strategis: jalan poros Majene–Makassar, tepatnya di depan Masjid Agung Syuhada dan depan Kantor Polres Polewali Mandar.
Aksi dipimpin oleh Jenderal Lapangan Abrar, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hikmah PC IMM Polewali Mandar periode 2025–2026. Massa aksi menyoroti kondisi keamanan daerah yang dinilai semakin mengkhawatirkan. IMM menilai maraknya kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, pembunuhan, kekerasan, hingga teror begal sebagai ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat.
Dalam orasinya, Abrar menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Polres Polewali Mandar, sebagai berikut:
1. Aparat kepolisian diminta untuk bertindak cepat, tegas, dan tanpa celah terhadap para pelaku kejahatan.
2. Transparansi proses hukum: Penegakan hukum harus dilakukan secara terbuka, jujur, dan bebas dari intervensi kekuasaan.
3. Perlindungan terhadap korban: IMM mendesak agar lembaga perlindungan negara, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya menjamin kesehatan fisik dan mental para korban.
4. Tangkap dan adili semua pelaku pemerkosaan dan kekerasan seksual, serta berikan hukuman maksimal tanpa potongan hukuman.
5. Perkuat patroli di titik rawan begal dan hentikan segala bentuk “damai” dalam kasus kriminalitas.
6. Unit PPA harus aktif, empatik, dan responsif terhadap setiap laporan kekerasan seksual dan anak.
7. Libatkan tokoh masyarakat dan aktivis perempuan dalam proses pengawasan penegakan hukum.
8. Tangkap segera 3 orang pelaku yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO). Bila tidak ada tindak lanjut dalam waktu dekat, IMM menyatakan akan kembali turun aksi dengan tuntutan yang lebih besar.
Aksi berlangsung tertib meski dalam suasana tegang. Orasi dan spanduk tuntutan bergantian disuarakan oleh para kader IMM yang menuntut keadilan bagi korban dan perubahan nyata dari aparat.
Sekitar pukul 15.00 WITA, massa aksi diterima langsung oleh Kanit PPA Sat Reskrim Polres Polewali Mandar di depan Kantor Polisi Polman. Dalam pertemuan singkat tersebut, pihak kepolisian menyatakan menerima tuntutan yang disampaikan dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya secara profesional.
IMM Polewali Mandar menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal proses hukum dan mendorong lahirnya sistem perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan dan anak di Polewali Mandar.
Share this content:



Post Comment