Khatib Idul Adha di Kampung Halaman, Ketua Majelis Tarjih PWM Sulbar Ajak Jamaah Sembelih Lima Penyakit Hati

Gowa – Sulawesi Selatan– sandeqnews.id – Suasana haru dan kekhusyukan mewarnai pelaksanaan salat Idul Adha 1446 H di lapangan SDI Parang Bobbo, Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/6/2025). Bertindak sebagai khatib adalah Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulawesi Barat, Syamsuddin BR, S.Ag., M.Pd.I., yang menyampaikan khutbah menggugah tentang pentingnya menyembelih penyakit hati dalam momentum Idul Adha.

Dalam khutbahnya, Syamsuddin BR mengajak jamaah meneladani ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS, Ismail AS, dan Siti Hajar dalam menghadapi ujian dari Allah SWT. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan ritual penyembelihan hewan, melainkan momentum untuk pembuktian keimanan yang sejati kepada Allah.

Ia kemudian merinci lima penyakit hati yang harus “dikurbankan” agar ibadah yang dijalankan bernilai di sisi Allah. Lima penyakit tersebut adalah cinta dunia yang berlebihan, dendam dan kebencian, sifat kikir, tidak sabar dan tidak ridha atas takdir Allah, serta lupa akan akhirat dan malas beramal. “Jika lima penyakit ini masih bersemayam di hati, maka kurban kita hanya formalitas tanpa ruh,” tegasnya.

Syamsuddin menegaskan bahwa penyembelihan hewan hanyalah simbol. Yang utama adalah menyembelih hawa nafsu dan sifat buruk yang sering tersembunyi dalam hati manusia. “Kurban yang diterima bukan karena darah dan dagingnya, tapi ketakwaan dan keikhlasan kita dalam menjalaninya,” ujarnya.

Pelaksanaan salat Id kali ini terasa istimewa karena dilakukan di kampung kelahiran sang khatib sendiri, di tanah tempat ia menimba ilmu semasa kecil. Ribuan jamaah memadati lapangan sejak pagi. usai pelaksanaan shalat idil Adha, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di berbagai dusun di desa seperti Mangottong, Parangbobbo, Buki, Maroanging, Langkoa, Balangbuki, dan Dusun Tonasa.

Adapun total hewan kurban yang disembelih di Desa Tonasa mencapai 107 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Jumlah ini mencerminkan semangat berkurban dan kekompakan masyarakat dalam memaknai Idul Adha sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah dan penguatan solidaritas sosial.

Share this content:

Post Comment