Ketua Komite Baru MI DDI Kurrak Ajak Orang Tua Kawal Pendidikan Anak dan Dukung Sekolah Agama

Polewali Mandar- sandeqnews.id –Setelah wafatnya Kalori selaku Ketua Komite MI DDI Kurrak, jabatan tersebut kini resmi dijabat oleh Sopyan. Penunjukan dilakukan secara langsung dalam forum wali murid dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk penghormatan dan kesinambungan kepemimpinan di sekolah berbasis agama ini.

Dalam sambutannya, Sopyan menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan yang utuh. Menurutnya, mendidik anak tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak sekolah semata.

“Waktu guru berinteraksi dengan siswa itu terbatas, mungkin hanya 5–6 jam sehari. Tapi waktu anak bersama orang tuanya, terutama ibunya, itu jauh lebih banyak — siang dan malam. Jadi kontrol orang tua sangat penting, khususnya di rumah,” ungkapnya.

Sopyan juga mengingatkan agar para orang tua tidak terlalu melonggarkan anak-anak dalam menggunakan handphone. Ia khawatir, kemudahan akses gadget tanpa kontrol bisa membuat anak-anak abai terhadap pelajaran agama dan tugas-tugas sekolah.

Lebih lanjut, ia juga menyentil fenomena orang tua yang cenderung memindahkan anak ke sekolah lain hanya karena tergiur bantuan beasiswa.

“Jangan sampai bantuan membuat kita tinggalkan sekolah agama. Padahal MI DDI Kurrak ini punya dasar agama yang kuat, dan itu bekal penting untuk masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Sapri, turut mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan MI DDI Kurrak. Ia menegaskan bahwa sekolah ini adalah satu-satunya lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama yang ada di wilayah mereka.

“Ini sekolah berbasis agama yang harus kita hidupkan bersama. Dan ketika anak-anak lulus dari sini, mereka punya nilai lebih ketika mendaftar ke jenjang berikutnya. Karena latar pendidikan agamanya sudah terbentuk,” ujarnya.

Adapun Kepala MI DDI Kurrak, Sitti Mani, juga menyampaikan bahwa peran sekolah agama sangat penting untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Alumni sekolah berbasis agama punya nilai plus. Kita juga lihat, saat ada acara seperti Maulid, khitanan atau nikahan, sangat sedikit anak-anak yang bisa tampil melantunkan Al-Qur’an. Ini tantangan kita bersama,” tegasnya.

Ia berharap para orang tua tidak hanya menyekolahkan anak-anaknya di MI DDI Kurrak, tetapi juga turut berperan aktif mendukung berbagai kegiatan sekolah, terutama yang bernuansa keagamaan

Share this content:

Post Comment