SDK: Membangun Tanpa Harus Berutang Lagi.
Mamuju- sandeqnews.id -Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan sikap tegas dalam refleksi akhir pekan terkait kondisi fiskal 2025. Di tengah tekanan pembiayaan yang mencapai Rp384 miliar, ia memastikan Sulbar tidak akan mengambil utang baru, sekalipun ada tawaran penambahan pinjaman dari pemerintah pusat.
“Sudah dua kali kita meminjam ke SMI. Cicilannya masih berat. Saya minta dijadwal ulang, tapi justru disarankan tambah utang. Saya tolak. Lebih baik kita bayar dan lunas dalam tiga tahun,” tegas SDK dalam pernyataannya.
Beban fiskal Sulbar tahun 2025 terdiri atas pembayaran pokok pinjaman Rp99,4 miliar, bunga Rp8,7 miliar, penyesuaian DAK yang ditarik pusat sebesar Rp130,2 miliar, serta pengurangan belanja akibat proyeksi retribusi dan SiLPA 2024 yang tidak tercapai senilai Rp145,7 miliar. Totalnya menyentuh Rp384 miliar yang harus ditutupi tanpa menambah utang.
Situasi ini dihadapi dengan prinsip kehati-hatian dan skala prioritas. SDK menyebut tantangan ini bukan alasan untuk berhenti membangun, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan bisa dilakukan secara bertanggung jawab, meski dalam keterbatasan fiskal.
“Tahun ini kita bantu kabupaten dengan ekskavator dan mobil amrol. Dua dekade sampah daerah diangkut, tapi tak pernah ada bantuan kendaraan. Sekarang kita lakukan,” ungkapnya, menandakan arah baru pengelolaan bantuan antar daerah.
Selain itu, program jaminan BPJS gratis, bantuan bibit, peternakan, hingga pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan sesuai visi Pemprov Sulbar. SDK menegaskan pembangunan bukan semata besarnya anggaran, tetapi soal keberanian memilih jalan fiskal yang jujur dan berjangka panjang.
Keputusan SDK untuk tidak menambah utang di tengah tekanan fiskal menjadi pesan kuat bahwa Sulbar ingin mandiri dan bertanggung jawab, tidak sekadar mengejar pertumbuhan instan yang berisiko membebani generasi mendatang
Share this content:




Post Comment