Program Beasiswa Sulbar Meningkat Pesat — Dari 203 Kuota Menjadi 1.040 Penerima di Tengah Efisiensi Anggaran

Mamuju — sandeqnews.id — Program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memasuki tahun kedua di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Yang patut diapresiasi, justru di tengah upaya efisiensi anggaran, program beasiswa tidak dikurangi — bahkan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2025 penerima berjumlah 561 orang, maka pada tahun 2026 ini jumlah penerima melonjak menjadi 1.040 orang.

“Keseriusan dan atensi Bapak Gubernur pada program beasiswa dibuktikan dengan bertambahnya jumlah penerima tahun ini, meskipun dalam keadaan efisiensi anggaran,” ungkap Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sulawesi Barat, Murdanil, pada Minggu, 6 September 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh tim telah berupaya memaksimalkan setiap rupiah anggaran yang tersedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat Sulawesi Barat melalui program beasiswa ini. Awalnya kuota yang direncanakan hanya 203 orang, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi — tercatat 2.531 orang melakukan pendaftaran awal melalui laman beasiswa.sulbarprov.go.id, dan sebanyak 908 orang berhasil melengkapi serta mengirimkan berkas pendaftaran secara lengkap.

Proses seleksi berlangsung ketat dan transparan, dimulai dari pendaftaran pada 1 Maret hingga 30 April 2026, dilanjutkan verifikasi berkas, serta masa sanggah selama kurang lebih dua minggu bagi calon penerima untuk melengkapi dokumen yang belum lengkap. Pada 9 Juni 2026, sebanyak 570 orang dinyatakan lulus verifikasi berkas. Hasil seleksi kemudian dibahas secara mendalam dalam rapat Komite Beasiswa yang melibatkan BPKAD, Bapenda, Inspektorat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Dinas Sosial, Disporapar, Biro Hukum, dan Biro Pemkesra — menimbang berbagai aspek kelayakan, keabsahan dokumen, serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Berdasarkan pertimbangan yang matang, kuota awal yang hanya 203 orang dapat ditingkatkan menjadi 524 orang tanpa menambah alokasi anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp7 miliar — dengan menyesuaikan besaran UKT yang bervariasi di setiap kampus. Keputusan ini kemudian ditegaskan melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 483 Tahun 2026 tanggal 10 Juli 2026 yang secara resmi menetapkan 524 orang sebagai penerima beasiswa baru tahun 2026. Selain itu, dilakukan pula verifikasi terhadap penerima beasiswa lanjutan dari tahun sebelumnya, dan sebanyak 296 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima kembali beasiswa tersebut.

Melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, pula ditetapkan penerima beasiswa bagi mahasiswa dari kelompok kurang mampu sekaligus berprestasi — meliputi 26 orang mahasiswa Kedokteran Universitas Sulawesi Barat, 69 orang STAIN Majene, 30 orang Universitas Tomakaka Mamuju, 26 orang Universitas Ambo Dalle Polewali Mandar, 22 orang Universitas Al Asyariah Mandar, 22 orang Universitas Islam Makassar, serta 25 orang Poltekkes Kemenkes Mamuju. Jika digabungkan, total penerima beasiswa Pemprov Sulbar tahun 2026 mencapai 1.040 orang — melampaui angka tahun sebelumnya secara signifikan.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sulawesi Barat Tahun 2026 yang hanya sekitar Rp1,6 triliun tetap dijalankan secara efisien, namun Gubernur Suhardi Duka tetap berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Beasiswa ini diberikan berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal dan biaya penyelesaian studi bagi putra-putri daerah dari berbagai jenjang pendidikan — 19 orang jenjang Diploma, 872 orang Sarjana, 126 orang Magister, 19 orang Doktor, dan 4 orang jenjang Profesi. “Investasi pendidikan mungkin tidak terasa hasilnya hari ini, namun ke depannya Insya Allah masyarakat Sulawesi Barat akan semakin pintar, cerdas, dan mampu membangun daerahnya sendiri menuju masa depan yang lebih maju,” harap Murdanil.

Share this content:

Post Comment