DKPPKB Sulbar Lakukan Pendampingan, Perkuat Tata Kelola Program Kesehatan di Puskesmas Karataun
Mamuju — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju melaksanakan pendampingan penguatan tata kelola program kesehatan primer dan komunitas di Puskesmas Karataun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program kesehatan di tingkat pelayanan dasar sekaligus memastikan setiap kegiatan berjalan terpadu, berbasis data, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju beserta jajaran, serta unsur klaster di lingkungan Puskesmas Karataun. Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulbar, Muh. Saleh, menegaskan bahwa penguatan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan angka capaian indikator, melainkan bagaimana seluruh unsur yang ada dapat bekerja secara terintegrasi dan saling mendukung. Hasil pendampingan menunjukkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari capaian program, pemanfaatan data, peran kader, hingga strategi komunikasi kesehatan kepada masyarakat.
“Pendampingan ini bukan sekadar melihat angka capaian, tetapi memastikan setiap permasalahan di lapangan dapat diidentifikasi dan memiliki rencana tindak lanjut yang jelas. Puskesmas perlu membangun kerja tim yang kokoh agar program tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Muh. Saleh.Secara khusus, tim mendorong penguatan edukasi kesehatan melalui pemanfaatan media sosial dan komunikasi digital, termasuk mengoptimalkan peran WhatsApp Group “Ibu Pandai” sebagai sarana edukasi dan pendampingan kesehatan bagi warga.
Penguatan peran kader kesehatan juga menjadi fokus utama — kader diharapkan tidak hanya berperan di Posyandu, tetapi menjadi jembatan yang kuat antara Puskesmas dengan keluarga dan masyarakat. “Media sosial dan kader adalah kekuatan Puskesmas. Keduanya perlu diintegrasikan agar informasi kesehatan sampai lebih luas dan cepat,” tambahnya. Sejumlah tantangan yang dibahas meliputi peningkatan capaian Cek Kesehatan Gratis, pengelolaan data kohort balita dan ibu, kelengkapan dokumen pemberian makanan tambahan, serta peningkatan cakupan pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja.
Setiap masalah kemudian dirumuskan solusi konkret — mulai dari pembagian tim khusus, pelatihan penggunaan aplikasi, pemutakhiran data kader melalui sistem, hingga kerjasama dengan sekolah — sehingga perbaikan dapat berjalan terukur dan berkelanjutan. Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer adalah fondasi utama masyarakat yang sehat, sehingga tata kelola yang baik, kerja sama tim yang kuat, serta program yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat mutlak diperlukan.
“Setiap masalah harus melahirkan solusi dan tindak lanjut yang terukur, agar pendampingan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pelayanan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka untuk mewujudkan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
Share this content:




Post Comment