Perkuat Sinergi Eliminasi ATM 2030, DKPPKB Sulbar Hadiri Pertemuan Kemitraan di Mamuju

MAMUJU — Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Pertemuan “Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Kabupaten Mamuju”, Selasa (1/9/2026), di AF Ruang Rindu, Jl. Andi Makkasau, Mamuju.

Kegiatan ini masuk dalam cakupan Proyek RSSH yang dilaksanakan melalui kerja sama ADINKES, Kemendagri, serta Kemenkes RI. Tujuannya merevitalisasi keterlibatan lintas sektor—pemerintah maupun nonpemerintah—untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan guna mempercepat target eliminasi ATM tahun 2030.

Langkah ini selaras komitmen Pemprov Sulbar di bawah Gubernur Suhardi Duka: memperkuat layanan dasar dan kualitas kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kepala DKPPKB Sulbar, dr.

Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya sinergi luas guna menanggulangi ketiga penyakit prioritas tersebut. Seluruh unsur didorong terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian yang terpadu.

“Peran promosi kesehatan dan pelayanan kelompok rentan menegaskan butuhnya edukasi kuat, pemberdayaan masyarakat, serta akses layanan yang inklusif dan ramah bagi kelompok berisiko,” ujarnya.

Keberlanjutan program RSSH khusus ATM dititikberatkan pada integrasi ke dalam sistem kesehatan daerah agar berjalan efektif dan terus berlanjut hingga ke desa‑desa dan komunitas terluas.

Share this content:

Post Comment