PEMPROV SULBAR DAN BANK INDONESIA KEMBANGKAN SAPEDA 2.0 DEMI STABILITAS HARGA DAN KETAHANAN PANGAN
Mamuju – sandeqnews.id– Pemprov Sulbar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar kegiatan Capacity Building dan Benchmarking TPID serta pelaku usaha pangan strategis di Jakarta, 21–23 Juli 2026, guna menjawab tantangan inflasi seperti ketergantungan pasokan luar daerah dan biaya distribusi yang tinggi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rachmad mengapresiasi kerja sama ini sebagai wujud nyata komitmen Gubernur Suhardi Duka mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selama kegiatan, rombongan berkunjung ke Bapanas, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, PT Food Station Tjipinang Raya, serta Perumda Pasar Jaya untuk mempelajari tata kelola pasokan, sistem peringatan dini stok pangan, dan pola kemitraan petani.
Kementerian Pertanian juga mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan cabai dan bawang di beberapa kabupaten di Sulbar, sekaligus menekankan pentingnya pemutakhiran neraca pangan dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah agar intervensi pasar tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut strategis, disepakati pengembangan SAPEDA 2.0 yang mengadopsi sistem informasi pangan berbasis gawai, sehingga pemantauan harga dapat berjalan secara langsung, akurat, dan terintegrasi dengan data neraca pangan nasional.
Pengembangan aplikasi ini dikerjakan bersama Dinas KominfoSS Sulbar, diharapkan menjadi landasan data yang kuat dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang cepat, tepat, dan mampu menjaga stabilitas harga serta kesejahteraan masyarakat.
Share this content:




Post Comment