Banjir Masih Terjadi, Proyek Plat Duiker Rp1,2 Miliar dan Drainase Rp1,3 Miliar di Polman Disorot

Polewali Mandar — sandeqnews.id- Proyek pembenahan plat duiker dan drainase yang digagas pemerintah daerah di Polewali Mandar menuai sorotan di tengah masih terjadinya banjir di sejumlah titik kota. Meski anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah, genangan air tetap muncul, bahkan di lokasi yang telah diperbaiki.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diketahui mengerjakan empat titik plat duiker, yakni di perempatan Jalan Manunggal dan Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Budi Utomo, Jalan Budaya, serta Jalan HOS Cokroaminoto di sekitar Gedung PKK Madatte. Setiap paket proyek dianggarkan sekitar Rp299 juta, dengan total mencapai kurang lebih Rp1,2 miliar.

Salah satu titik di Jalan Budaya dikerjakan oleh CV Matakali Indah.Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk pembenahan drainase pendukung di tiga segmen utama, yakni kawasan Jalan Cendrawasih hingga muara Pantai Langkogo, Alun-Alun Pekkabata hingga Jalan MR Muhammad Yamin, serta Jalan MR Supomo di sekitar SMAN 1 Polewali. Pekerjaan drainase tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Siuriyanna.

Secara keseluruhan, proyek pembenahan plat duiker dan drainase ini menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banjir masih kerap terjadi, termasuk di titik-titik yang telah mendapatkan intervensi pembangunan.

Ketua HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan, Deby Akbar, menilai proyek ini belum menyentuh akar persoalan banjir. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan masih bersifat parsial dan belum melihat persoalan sebagai satu kesatuan sistem dari hulu hingga hilir.“

Kalau banjir masih terjadi di titik yang sudah diperbaiki, berarti ada yang tidak tepat. Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tapi soal perencanaan yang benar-benar memahami kebutuhan lapangan. Dengan anggaran sekitar Rp2,5 miliar, masyarakat berhak mendapatkan hasil yang nyata. Jangan sampai proyek hanya selesai secara administratif, tetapi gagal secara fungsi. Kondisi saat ini menunjukkan banjir justru semakin parah, sehingga proyek ini belum bisa disebut sebagai solusi yang tuntas,” tegasnya.

Share this content:

Post Comment