Musancab PDIP Polman: Konsolidasi Partai dan Sikap Politik terhadap Isu Dalam dan Luar Negeri
Polewali Mandar – sandeqnews.id—Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan di Kabupaten Polewali Mandar berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua DPC PDI-P polewali mandar yang juga disebut wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Halim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PDI Perjuangan dari berbagai tingkatan, mulai dari pengurus provinsi, kabupaten, hingga PAC dan ranting yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Halim menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, semangat tersebut menjadi landasan dalam memperjuangkan kemerdekaan manusia dari segala bentuk ketidakadilan serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ambo Jiwa, menekankan pentingnya penguatan manajemen organisasi partai. Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat kerja sama, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan tugas-tugas kerakyatan secara konsisten.
Ambo Jiwa juga menegaskan bahwa partai politik harus hadir sebagai alat perjuangan rakyat. Menurutnya, PDI Perjuangan berperan sebagai penyeimbang dalam sistem demokrasi, terutama ketika terdapat kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan sikap partai terkait mekanisme demokrasi di Indonesia. PDI Perjuangan, kata dia, konsisten mendukung pemilihan langsung oleh rakyat dan menolak mekanisme pemilihan tidak langsung melalui DPR, karena rakyat memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan pemimpin.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Polewali Mandar, Muhsin Fattah H, ketika ditanya dalam wawancara livestreaming Sandeq News, mengutarakan bahwa agenda utama PDI Perjuangan saat ini adalah pembentukan dan penguatan struktur partai di tingkat kecamatan, yang setelahnya akan dilanjutkan hingga tingkat anak ranting atau desa. Menurutnya, penguatan struktur ini menjadi penting untuk memastikan mesin partai berjalan efektif hingga ke akar rumput dan mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
Terkait sikap kelembagaan partai PDI Perjuangan terhadap isu global seperti Palestina serta dinamika hubungan internasional, Muhsin Fattah H menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia mengingatkan pesan Bung Karno bahwa selama Palestina belum merdeka maka selama itu pula Indonesia akan tetap bersama Palestina. Menurutnya, bebas aktif berarti tidak berada dalam blok mana pun, namun tetap bersikap tegas membela negara yang tertindas serta menolak segala bentuk ketidakadilan.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan akan terus aktif memperjuangkan keadilan kemanusiaan, menolak intervensi terhadap kedaulatan negara lain, serta tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan global. Dalam pandangannya, partai harus senantiasa berpihak pada rakyat tertindas dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Ia juga menegaskan bahwa selama ketidakadilan masih terjadi, maka sikap kritis terhadap berbagai bentuk penindasan akan terus menjadi bagian dari sikap politik PDI Perjuangan.
Share this content:




Post Comment