DPMPTSP Sulbar Sinergikan Tim Kerja, Garap Kemitraan Usaha Berbasis Data NIB

Mamuju, Sandeqnews.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kolaborasi antara Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal dan Tim Kerja Pengendalian serta Pengawasan Penanaman Modal. Kerjasama ini dilakukan untuk menyusun potensi kemitraan usaha daerah yang lebih terarah, dengan mengacu pada data faktual dari inventarisasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kegiatan koordinasi berlangsung pada Senin (09/02/2026) dengan fokus memetakan pelaku usaha dari berbagai skala – besar, menengah, hingga mikro kecil – serta sektor unggulan dan peluang kemitraan strategis di Sulbar. Data NIB dipilih sebagai rujukan utama karena dianggap paling terkini dan komprehensif dalam menggambarkan ekosistem usaha lokal.

Inisiatif ini sejalan dengan Misi Gubernur Suhardi Duka “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.” DPMPTSP menilai bahwa iklim investasi yang kondusif, berbasis data, dan berorientasi kemitraan menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Plt. Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam perencanaan investasi daerah. “Inventarisasi dan pemanfaatan data NIB bukan sekadar administrasi, tetapi fondasi bagi perumusan kebijakan investasi yang tepat sasaran. Melalui sinergi antar tim kerja, kita ingin memastikan setiap peluang kemitraan usaha benar-benar berpijak pada kondisi riil di lapangan dan berkontribusi nyata pada terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur menekankan bahwa kolaborasi dengan Tim Pengendalian dan Pengawasan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan investasi. “Data NIB yang terinventarisasi dengan baik akan membantu kami mengidentifikasi sektor potensial, pola kemitraan yang mungkin dibangun, serta kendala yang perlu diatasi. Sinergi ini memastikan bahwa pengembangan iklim penanaman modal berjalan seiring dengan pengawasan yang efektif dan akuntabel,” jelasnya.

Ke depan, hasil pemetaan ini akan menjadi bahan utama bagi DPMPTSP dalam merancang program fasilitasi kemitraan usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, serta strategi promosi investasi yang lebih terfokus dan berdampak. DPMPTSP berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas tim kerja dan pemanfaatan data digital sebagai basis pengambilan keputusan, demi terciptanya iklim investasi yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Share this content:

Post Comment