Sekda Sulbar Buka TOT GERAI, Siapkan Strategi Tangkal Inflasi Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

MAMUJU – sandeqnews.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana resmi membuka kegiatan Training Of Trainers (TOT) Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI) Sulawesi Barat yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Maleo Town Square (MATOS) Mamuju pada Senin (09/02/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Junda menyampaikan apresiasi dari Gubernur Sulbar Suhardi Duka terhadap penyelenggaraan kegiatan yang digagas oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Penggerak PKK, khususnya organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP).

“GERAI merupakan bentuk kolaborasi sinergis antara BI, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengendalikan inflasi, terutama pada komponen pangan yang sering mengalami fluktuasi harga,” ujar Junda Maulana.

Menurutnya, faktor utama terjadinya inflasi adalah ketika daya beli masyarakat meningkat secara signifikan namun tidak diimbangi dengan ketersediaan barang dan jasa yang memadai. Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga karena permintaan melampaui stok yang tersedia.

Oleh karena itu, Junda menekankan perlunya langkah antisipatif pemerintah daerah secara proaktif melalui berbagai upaya, antara lain penguatan tim TPID, pemantauan harga secara intensif, pelaksanaan operasi pasar, kelancaran distribusi komoditas pangan, serta pemberian subsidi pada sektor transportasi.

“Tentu saja pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan produksi, menjaga stabilitas harga, dan memastikan keterjangkauan barang kebutuhan pokok – hal ini sangat penting untuk menstabilkan inflasi di Sulawesi Barat,” ujarnya. Selain itu, Junda juga mengungkapkan bahwa beberapa faktor di luar kewenangan pemerintah daerah juga dapat memengaruhi inflasi. “Contohnya kebijakan terkait subsidi listrik yang telah diubah tahun lalu, serta fluktuasi harga emas yang terjadi tahun ini, semuanya berdampak pada kondisi inflasi di Sulbar,” jelasnya. Melalui TOT GERAI ini, diharapkan dapat mencetak pelatih atau agen perubahan yang memahami strategi pengendalian inflasi, sehingga mampu mengevaluasi potensi tekanan harga dan menyusun kebijakan yang inovatif serta adaptif. Selain itu, GERAI juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi, kapasitas, dan langkah konkret dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok di tingkat daerah, sekaligus memfasilitasi aksi langsung seperti Gerakan Pasar Murah (GPM), operasi pasar, dan sidak pasar tradisional maupun distributor secara terstruktur guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi

Share this content:

Post Comment