Bapperida Sulbar dan BWS V Mamuju Sinergikan Strategi Pengelolaan SDA Tahun 2026
Mamuju –sandeqnews.id— Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) V Mamuju menggelar rapat koordinasi untuk optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di awal tahun 2026. Kegiatan di Ruang Kerja Kepala Bapperida Sulbar berlangsung pada Rabu (07/01/2026).
Koordinasi ini sejalan dengan Panca Daya keempat yang diusung Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yakni pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang berwawasan kelestarian lingkungan hidup.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Hasanuddin, yang didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Arjanto, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah untuk mendorong percepatan capaian Wilayah Sungai (WS) Kalukku-Karama yang hingga kini masih di bawah 50 persen.
“Melalui koordinasi ini, kita sepakat bahwa penyelarasan program menjadi kunci untuk mengejar target capaian WS Kalukku-Karama yang saat ini masih di bawah 50 persen,” ujar Hasanuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Kalukku-Karama.
Hasil rapat menyepakati agenda sidang TKPSDA yang lebih intensif sepanjang tahun 2026, dengan empat kali sidang utama dan dimulai dengan sidang pimpinan pada akhir Januari 2026. Berdasarkan data, realisasi Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) WS Kalukku-Karama periode 2016–2035 baru mencapai 29,7 persen hingga akhir 2025, jauh dari target ideal 50 persen.
Direkomendasikan dilakukan revisi dokumen pola dan rencana PSDA WS Kalukku-Karama, serta review dan sinkronisasi dokumen Renstra dan Renja di tingkat provinsi maupun kabupaten. Bapperida Sulbar berkomitmen memastikan pengelolaan SDA menjadi instrumen pembangunan daerah yang berkelanjutan, terpadu, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Share this content:




Post Comment