BPBD Sulbar Salurkan 7.000 Liter Air Bersih untuk Warga Mamuju, Pemantauan Karhutla Terus Diintensifkan
Mamuju-sandeqnews.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim I Posko Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Selain memantau perkembangan cuaca dan sebaran titik panas, petugas juga menyalurkan 7.000 liter air bersih kepada masyarakat di Jalan Husni Tamrin dan BTN Axury, Kabupaten Mamuju.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya pemantauan secara berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, untuk memperkuat kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tim I memantau perkembangan informasi melalui data resmi BMKG terkait prakiraan cuaca dan sebaran titik panas di wilayah Sulawesi Barat. Berdasarkan laporan posko, tercatat informasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Desa Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, pada pukul 09.30 WITA, dengan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Sebanyak 7.000 liter air bersih disalurkan pada Minggu, 25 Oktober 2026, mulai pukul 16.43 hingga 20.26 WITA untuk membantu memenuhi kebutuhan 4 kepala keluarga atau 19 jiwa. Penyaluran didukung satu unit mobil tangki air bersih sebagai langkah responsif memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD Sulbar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan dan potensi kebakaran hutan serta lahan.
Muhammad Yasir Fattah mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana kepada aparat setempat maupun petugas terkait.
Share this content:




Post Comment