Perkuat Eliminasi TBC 2030, DKPPKB Sulbar Dukung Pelatihan Kader Komunitas di Mamuju
MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmen kuat mempercepat penanganan dan penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC).Hal ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan serta Koordinator Komunitas Berbasis Puskesmas, berlangsung di Gedung Landscape Mamuju, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (3/9/2026), diprakarsai PR Konsorsium Komunitas Penabulu‑STPI bersama Kemenkes RI dan WHO Indonesia.Langkah ini selaras dengan Panca Daya ke‑3 Pemprov Sulbar di bawah Gubernur Suhardi Duka, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Pelatihan ini merupakan bagian dari uji coba model penanganan TBC berbasis komunitas yang terintegrasi langsung dengan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP). Hal ini penting mengingat laporan WHO 2024 menempatkan Indonesia di peringkat kedua beban TBC terbesar dunia dengan estimasi 1.090.000 kasus baru setiap tahunnya.
Merespons tantangan tersebut, Pemprov mendorong peran kader Posyandu, Pustu, dan koordinator komunitas sebagai garda terdepan. Mereka bertugas mendeteksi dini serta mengawal proses pengobatan pasien hingga tuntas dan dinyatakan sembuh sepenuhnya.
Puluhan kader dari wilayah kerja Puskesmas Binanga dan Puskesmas Bambu dibekali keterampilan lengkap: mulai skrining lapangan, komunikasi edukasi pemutus stigma, pengambilan sampel dahak yang benar, hingga investigasi kontak erat dan pendampingan lewat sistem LaporTBC serta Pemantauan Wilayah Setempat.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan dukungan lintas sektor dari dinas kesehatan, perangkat desa, kelurahan hingga PKK membangun jejaring yang kokoh. “Ini strategi menyeluruh Provinsi Sulbar demi capai target Eliminasi TBC tahun 2030,” tegasnya.
Share this content:




Post Comment