Dinas ESDM Sulbar Terima Kunjungan PLN UP2K Sulbar, Bahas Sinkronisasi Data Pembangunan EBT dan PLTMH Desa Sandapang
Mamuju — sandeqnews.id — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, didampingi Kepala Bidang Energi Husain Mansyur, menerima kunjungan Manager PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat, Heryanto Sampealang, di ruang kerjanya pada Rabu, 9 September 2026. Pertemuan ini juga dihadiri para pejabat fungsional Dinas ESDM Sulbar untuk membahas hal-hal strategis terkait percepatan penyediaan akses listrik di wilayah Sulawesi Barat.
Agenda utama pertemuan meliputi koordinasi sinkronisasi data dalam rangka pembangunan infrastruktur pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di desa dan dusun yang belum berlistrik PLN, serta rencana hibah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Desa Sandapang yang sedang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2026. Manager PLN UP2K Sulbar, Heryanto Sampealang, menegaskan sinkronisasi data adalah langkah penting agar perencanaan pembangunan infrastruktur EBT tepat sasaran, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. “Dukungan data yang akurat dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar program pembangunan pembangkit EBT dapat berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.
Kadis ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menjelaskan salah satu proyek utama yang dibahas adalah PLTMH Desa Sandapang, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Pembangkit tersebut berkapasitas 150–160 kW dan ditargetkan dapat mengaliri listrik ke lebih dari 100 rumah tangga di dua dusun sekitarnya. “Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menyediakan akses energi listrik bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di wilayah pegunungan Kabupaten Mamuju,” ungkap Bujaeramy.
Selain di Sandapang, masih terdapat sejumlah desa dan dusun di Sulawesi Barat yang belum menikmati akses listrik PLN. Data menunjukkan ada 19 desa yang belum berlistrik, dengan sekitar 6.000 hingga 7.000 Kepala Keluarga yang belum terjangkau. Kendala utama yang dihadapi adalah akses jalan yang ekstrem dan sulit, serta proses perizinan yang harus melalui kawasan hutan lindung. “Oleh karena itu, koordinasi antara Dinas ESDM dan PLN UP2K Sulbar menjadi sangat penting untuk menyelesaikan berbagai tantangan tersebut. Sinkronisasi data yang akurat diharapkan dapat membantu menyusun perencanaan yang lebih matang, termasuk mengusulkan pembangunan pembangkit EBT di wilayah yang belum terjangkau listrik,” tegasnya.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sulbar, Husain Mansyur, juga menyampaikan bahwa setelah pembangunan PLTMH Sandapang selesai, aset tersebut selanjutnya akan diserahkan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi data antara kedua belah pihak guna mempercepat pembangunan infrastruktur EBT di seluruh wilayah Sulawesi Barat, serta menyusun langkah strategis untuk mengatasi kendala akses jalan dan perizinan kawasan hutan yang selama ini menjadi hambatan utama.
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan PLN maupun pemerintah pusat dalam rangka percepatan elektrifikasi di Sulawesi Barat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerataan akses energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari semangat Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, demi mewujudkan pembangunan yang merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh penjuru daerah.
Share this content:




Post Comment