Di Tengah Ujian Keluarga, A. Nuryasmin Azzhra Harumkan Polewali Mandar sebagai Finalis Pesona Wastra Indonesia Tingkat Nasional 2026
Jakarta– sandeqnews.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kelurahan Pelitakan, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. A. Nuryasmin Azzhra berhasil mengharumkan nama Polewali Mandar setelah terpilih sebagai Finalis Pesona Wastra Indonesia Tingkat Nasional 2026. Ajang yang diselenggarakan oleh CV Cahaya Sabrina Production ini berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Hotel Naraya Inn, Jakarta Pusat, dan diikuti finalis dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam ajang tersebut, A. Nuryasmin Azzhra tampil mewakili Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pesona Wastra Indonesia menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan bakat, kepribadian, kemampuan berkomunikasi, serta kecintaan terhadap wastra dan budaya Indonesia. Melalui kompetisi ini, para peserta juga diberi kesempatan memperkenalkan potensi daerah masing-masing di tingkat nasional.
Atas pencapaian tersebut, A. Nuryasmin Azzhra mengaku sangat bersyukur kepada Allah SWT. Baginya, kesempatan tampil di tingkat nasional merupakan anugerah sekaligus pengalaman berharga yang memberikan banyak pelajaran dalam mengembangkan bakat, memperluas wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Ia merasa bangga dapat berdiri sejajar dengan para finalis dari berbagai penjuru Indonesia.
Di balik keberhasilan itu, perjalanan menuju panggung nasional tidaklah mudah. Pendamping sekaligus ibu kandung A. Nuryasmin Azzhra, Harbawati, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama persiapan adalah menjaga kepercayaan diri putrinya agar tidak merasa grogi saat tampil. Selain itu, berbagai kendala juga sempat dihadapi, mulai dari keterbatasan kostum sebelum keberangkatan hingga aksesori yang tertinggal saat sudah berada di Jakarta. Berkat dukungan keluarga dan berbagai pihak, seluruh hambatan tersebut akhirnya dapat diatasi.
Cobaan berat datang sekitar 15 hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sepulang mendampingi ajang Fashion Show Black Glamour di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Harbawati yang saat itu dibonceng oleh Jumrah mengalami kecelakaan lalu lintas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi hilang kendali. Akibat insiden tersebut, Harbawati mengalami patah tulang bahu kiri dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ia sempat dijadwalkan menjalani operasi. Namun, setelah dilakukan evaluasi medis, tindakan operasi akhirnya tidak jadi dilakukan dan penanganan dilanjutkan dengan perawatan.
Kondisi sang ibu sempat membuat A. Nuryasmin Azzhra terpukul hingga berniat mengundurkan diri dari ajang nasional karena khawatir dengan keadaan ibunya. Namun, di tengah masa pemulihan yang dijalani, Harbawati justru terus memberikan semangat agar putrinya tidak menyerah dan tetap mengejar cita-citanya.
“Saya terus menyemangati Yasmin agar tidak menyerah. Saya ingin dia tetap mengejar mimpinya meski saya tidak bisa mendampinginya secara langsung karena kondisi saya,” ujar Harbawati.
Dukungan keluarga dan doa yang terus mengalir akhirnya membangkitkan kembali semangat A. Nuryasmin Azzhra. Meski harus berangkat ke Jakarta tanpa didampingi kedua orang tuanya secara langsung, ia mampu tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Selain lolos sebagai Finalis Pesona Wastra Indonesia Tingkat Nasional 2026, A. Nuryasmin Azzhra juga berhasil meraih Juara 1 Foto Shoot dari 16 finalis pada kategorinya. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, keteguhan hati, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang meraih hasil terbaik meski dihadapkan pada berbagai ujian.
Harbawati berharap pencapaian putrinya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya putra-putri Polewali Mandar dan Sulawesi Barat, agar terus berani bermimpi, mengembangkan potensi diri, melestarikan budaya Indonesia, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
Kisah A. Nuryasmin Azzhra menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari bakat, tetapi juga dari keteguhan hati, doa, dan dukungan keluarga. Prestasi yang diraihnya di tingkat nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, membawa nama baik daerah, dan mengharumkan Indonesia melalui kemampuan yang dimiliki.
Share this content:




Post Comment