Bapperida Sulbar dan Bappenas Matangkan Hilirisasi Kakao dan Kopi sebagai Kompetensi Inti Daerah

Mamuju – sandeqnews.id– Bapperida Sulbar bersama Kementerian PPN/Bappenas menggelar FGD penyusunan rekomendasi kompetensi inti daerah berbasis komoditas kakao dan kopi, Selasa (28/7/2026), guna mengubah potensi alam menjadi nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Kegiatan ini sejalan agenda transformasi ekonomi nasional, menempatkan Sulbar untuk memperkuat ekosistem komoditas unggulan sebagai kontribusi kawasan timur menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Data menunjukkan sektor pertanian menyumbang 46,11 persen ekonomi daerah, namun industri pengolahan baru sekitar 10,41 persen, sehingga peluang hilirisasi kakao dan kopi masih sangat luas untuk dikembangkan.

Kepala Bapperida Amujib menegaskan hasil kajian tidak boleh berhenti sekadar dokumen, melainkan menjadi dasar kebijakan nyata untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, pendapatan petani, serta daya tarik investasi.

Langkah ini sejalan Panca Daya Gubernur Suhardi Duka, dengan fokus penguatan hulu-hilir, infrastruktur, dan kelembagaan petani agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Sebagai tindak lanjut, tim Bappenas kini melakukan kunjungan lapangan ke sentra produksi dan UMKM pengolahan di Mamuju serta Polewali Mandar guna melihat langsung rantai pasok dan menghimpun masukan para pemangku kepentingan.

Share this content:

Post Comment