Kepala BPS Sulbar Ungkap Faktor Penurunan Pengangguran Hingga Raih Penghargaan Nasional
Mamuju–sandeqnews.id– Keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi mendapat dukungan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat. Penghargaan tersebut diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, sekaligus diikuti pemberian insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, menjelaskan penghargaan itu diberikan berdasarkan capaian pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Menurutnya, sejumlah program yang mendorong penciptaan lapangan kerja, termasuk kegiatan padat karya, turut berkontribusi terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai sektor.
Suri menegaskan bahwa pengukuran tingkat pengangguran tidak hanya didasarkan pada bertambahnya pekerja di sektor formal. Dalam metodologi ketenagakerjaan BPS, pekerja sektor informal seperti pelaku usaha mandiri, pekerja bebas, hingga pelaku UMKM tanpa pekerja tetap juga termasuk dalam kategori penduduk yang bekerja. Karena itu, kontribusi sektor informal tetap menjadi bagian penting dalam penurunan angka pengangguran.
Data BPS Sulawesi Barat menunjukkan jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 801,23 ribu orang atau meningkat 36,61 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah pengangguran turun menjadi 24,20 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,93 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 3,17 persen.
Perbaikan juga terlihat pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang naik menjadi 73,75 persen dari sebelumnya 71,81 persen. Dari total 1,12 juta penduduk usia kerja di Sulawesi Barat, sebanyak 825,43 ribu orang masuk kategori angkatan kerja. Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, disusul sektor perdagangan dan industri pengolahan yang terus memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, jumlah pekerja formal meningkat menjadi 226,20 ribu orang dibandingkan 215,40 ribu orang pada Februari 2025. BPS juga mencatat peningkatan kualitas pekerjaan, ditandai dengan jumlah pekerja penuh yang mencapai 411,31 ribu orang atau 51,34 persen dari total pekerja. Secara keseluruhan, meningkatnya jumlah penduduk bekerja, bertambahnya pekerja formal, naiknya partisipasi angkatan kerja, serta menurunnya tingkat pengangguran menjadi indikator yang mendukung capaian Sulawesi Barat hingga meraih penghargaan tingkat regional Sulawesi.
Share this content:




Post Comment